Aku online-online… Online-online…

(A complete review about my current internet connection)

Ol terus ni yee…? Kok ndak on sms lagi…? Wuih… lah salaruik ko masih online juo lai…?

Komentar dan pertanyaan sejenis ini sepertinya cukup sering saya terima beberapa hari belakangan. Kalimat-kalimat chattingan tersebut memang tidak mengharuskan saya menjawab. Tapi, baru-baru ini pertanyaannya sudah mulai menjurus dan cenderung menusuk *lebay*. Pertanyaannya sudah sampai kepada jenis pertanyaan yang mengharuskan kita menjawab (emang ada ya jenis pertanyaan kek gini.. hiii.. belajar dimana ya?). Pertanyaannya seperti ini: “Pake apa onlinenya Yor?, Mahal gak? Speednya gimana..? dll…” Yang menjadi masalah adalah, teman-teman yang bertanya bukannya satu-dua, tapi hampir semua (weleh weleh.. masak iya semua…?)

Pikir-pikir, daripada menjawab ke masing-masing orang yang bertanya, mending saya bikin aja di sini. Sekalian promosi blog, siapa tau ada yang tertarik ngiklan di sini, tak kasih murah dey…

Nah… para pembaca sekalian, supaya anda tidak mono maka penjelasan tentang koneksi internet saya ini akan saya sampaikan dalam bentuk wawancara. Anggap saja saya seorang artis terkenal yang lagi diwawancarai oleh wartawan infotainment (*gubrak… amit amit jabang bayi….)

Pewawancara: “Pak yori, kita pengen…”

Yori: “Eit.. eit.. jangan panggil pak gitu laah… Kan saya masih muda, panggil aja uda..”

Pewawancara: “Eh.. iya pak, eh.. da..”

Yori: “Nah… gitu, kan lebih nyaman kedengarannya..”

Pewawancara: “Oke deh.. Gini da yori. Kan belakangan ini da yori sudah ol sepanjang hari nih, bahkan sampai larut malam. Kok bisa? Emangnya ol dimana siy? Gimana caranya?”

Yori: “Oo.. saya kira pertanyaannya tentang filem saya yang terbaru, eh rupanya tentang internet”

Pewawancara: (*gubrak… shock sambil menggurutu dalam hati “emang lo main pilem apa?”)

Yori: “Begini, saya emang sering ol untuk beberapa keperluan seperti browsing atau mengirim email dan sejenisnya. Yah, kalo gak ada halangan atau hujan saya usahakan ke warnet lah. Meskipun saya bisa ngenet di hp tapi untuk beberapa keperluan tidak bisa kita lakukan melalui hp.”

READ ALSO:  Blog Training

Pewawancara: “Lho, jadi Da Yori ol nya di warnet ya, kirain…”

Yori: “Iya, tapi itu dulu. Belakangan karena intensitas dan kebutuhan internet sepertinya menjadi lebih tinggi, maka saya jadi kepikiran untuk langganan internet sendiri di rumah. Sehingga saya bisa online online di kamar sendiri. Sampai akhirnya saya putuskan bahwa saya memang sudah harus pake internet sendiri dan saya harus anggarkan dana khusus untuk itu.”

Pewawancara: “Ooo… pantesan. Tapi, emang da yori punya duit yang cukup buat langganan internet kek gitu…?”

Yori: “Anda ini gimana sih.. Yang sopan dikit dong. Atau gak usah aja wawancaranya (muka merah karna marah, tersinggung, tapi karena sudah berpengalaman disudutkan oleh orang lain, akhirnya selang beberapa detik mukanya kembali ke pola aslinya: ramah dan berseri-seri).”

Pewawancara: “Waduh maaf pak.. eh da.. maksud saya harganya gimana gitu?”

Yori: “Begini, masalah harga itu sangat tergantung kepada beberapa faktor. Ada 2 hal yang harus anda tentukan sebelum memutuskan pilihan koneksi internet pribadi: (1). Tentukan jenis modemnya, dan (2). Tentukan jenis layanannya. Itu adalah 2 hal penting yang sangat menentukan kualitas dan harga dari layanan internet anda. Gitu… Jadi perihal pemilihan layanan internet itu dikembalikan ke pertimbangan kita masing-masing.”

Pewawancara: “Kalo Da Yori sendiri pake modem apa?”

Yori: “Saya pilih modem CDMA”

Pewawancara: “Kok gak pake yang GSM aja da? Kan CDMA katanya speednya agak lambat geetoh..?”

Yori: “Ah.. enggak juga. Tapi begini, saat ini layanan internet dari GSM masih cukup mahal dan harga yang kita bayar sepertinya tidak sebanding dengan kualitas yang kita peroleh. Saya pake CDMA karena juga mempertimbangkan layanan operator yang akan saya pilih. Hal ini juga akan berhubungan dengan harga yang harus saya bayar.”

Pewawancara: “Oo… Berarti pake modem CDMA ya? Oh ya, merek modem yang dipake apa sih? Mahal gak?”

Yori: “Ow.. saya pake modem wireless merek Venus VT 12. Kalo masalah mahal murah sih relatip aja ya… Tapi saya membelinya dengan harga Rp 375.000. saya beli di Max-Indo Padang. Itu tuh… toko komputer yang di pondok yang kemaren ancur karena gempa, tapi sekarang udah dibangun lagi dan sepertinya lebih megah dari yang kemaren. Letaknya Cuma 30 meter dari lokasi yang lama. (dengan ikhlas ikut mempromosikan toko komputer tersebut meskipun sadar kalo ia gak bakal dibayar sama orang max-indo).”

READ ALSO:  Berapa modem yang anda punya?

Modem Wireless Venus VT-12

Pewawancara: “Emang modemnya ada garansinya ya…?”

Yori: “Ada dong. Garansinya setahun.”

Pewawancara: “Nah.. itu kan modemnya. Sekarang untuk layanannya, layanan dari operator mana yang dipilih? Kan di daerah kita ada banyak pilihan neh.. yang mana yang dipilih?”

Yori: “Oh.. Saya pake flexi trendi, layanan dari Telkom.”

Pewawancara: “Kok pilih flexi?”

Yori: “Saya pilih flexi tentunya setelah mempertimbangkan beberapa hal. Pertama, sinyal flexi di daerah kita lumayan memadai dan cukup kuat. Walaupun saya sebenarnya gak tau persis apakah di kampung saya di Payakumbuh sinyal flexi cukup kuat, tapi paling tidak di daerah kontrakan saya sinyalnya penuh.”

Pewawancara: “Trus, alasan yang ke dua apa dong?”

Yori: “Pertimbangan berikutnya adalah masalah harga.”

Pewawancara: (bergumam: “huh… belagak orang kaya, e.. eh.. ternyata masih menimbang harga”).

Yori: “Sebenarnya ada beberapa pilihan layanan berdasarkan durasi dan harga yang harus dibayar. Kita bisa registrasi layanan flexiNet untuk durasi satu hari, satu minggu, atau satu bulan. Harganya juga tergantung kepada durasi yang kita ambil, yaitu Rp 2.500,- per hari; atau Rp 15.000,- per minggu; atau Rp 50.000.- per bulannya.”

Pewawancara: “Oow.. cukup murah ya.. Tapi itu untuk berapa kilobyte, atau terbatas gak?”

Yori: “Ya enggaklah.. namanya aja Flexi unlimited. Jadi kita bebas mo make internet 24 jam sehari, bebas mo mendownload berapa aja.”

Pewawancara: “Lho, bisa mendownload juga ya. Emang kecepatan downloadnya bisa mencapai angka berapa seh…?”

Yori: “Ya lumayan lah, walaupun kadang kecepatannya tidak menentu dan di waktu-waktu tertentu seperti di siang hari kecepatannya turun cukup drastis. Namun, sejauh ini kecepatannya cukup lah buat saya. Kan saya make internet untuk keperluan yang ringan-ringan aja” (emang besi? Berat…).

Pewawancara: “Oh.. tapi sampai berapa kbps sih downloadnya?”

READ ALSO:  Ngeblog bareng PEC: Menulis semestinya menyenangkan

Yori: “Rata-rata sampai belasan kbps lah. Beda-beda dikit sama warnet. Dan saya pernah mencapai maksimal sampai 20-an kbps khususnya malam dan pagi hari, lumayaann… I think that speed is more than just enough for me”

Keceptan download mencapai 20-an kbps

Pewawancara: “Waduh… jangan pake bahasa inggris gitu donk.. kan saya gak ngarti.”

Yori: “Eh iya.. iya. Sorry, saya refleks aja ngomong barusan. Nah, ada lagi yang mo ditanya? Saya mau pergi nih, ada keperluan lain.”

Pewawancara: “Lho, sebentar dulu dong. Masih banyak yang mo ditanya neh… gimana cara registrasi layanannya. Trus ngisi pulsanya gimana? vouchernya dibeli di mana? Paket-paket yang tersedia apa aja?”

Yori: “Waduh, saya buru-buru nih. Ntar saya terlambat. Saya kan orangnya ontime…!”

Pewawancara: “Sebentar dong da… ntar pembacanya mati penasaran.”

Yori: “Oke.. gini aja deh.. cari tau aja info lengkapnya di sini. Oke…!”

Pewawancara: “Iya deh… tengkiyu Da…”

Yori: “Sem sem….”

Aku online-online… Online-online…

Yori Yuliandra
Follow me

Yori Yuliandra

A lecturer and researcher in the Faculty of Pharmacy, Andalas University, majoring pharmacology "the study of drugs" | A blogger (and webmaster at RankMudo.Net) | An enthusiast in higher education
Yori Yuliandra
Follow me

11 thoughts on “Aku online-online… Online-online…

  1. email90 says:

    pas di cubo lumayan klu siang, klu malam lumayan lamo klu dunlud,

    1. The best time to download is in the morning. Browsing in the nite by using this connectionn is sumthing annoying, unless you are patient enough…

      *gapapalah… itung-itung belajar sabar…

      😀

      1. email90 says:

        tp, indak setiap malam pulo lelet klu dunlud do da yori, cth malam kn aman2 se nyo,,

  2. email90 says:

    hm, kalau siang lumayan. klu malam lola stek. tp, untuk kebutuhan mahasiswa cukuplah.

  3. email90 says:

    wew, ternyata.

    beli modem yg sama, kartu yang sama dan ditempat yg sama pula.. (sudah pasti harganya jg sama).

    cuma ada bedanya, modem plus perangkatnya bukan untuk saya 😀

    1. wow, selamat lah kalo begitu… berarti PT. Subur Semesta (produsen modem Venus), MAXINDO, dan Telkom Flexi harus bayar iklan di sini
      😀

      tapi cepat gak koneksinya…?

  4. chy2b3rt says:

    kombinasi menarik antara fakta n fiksi.
    faktanya.. untuk saat ini flexi memang cukup murah….asal jangan lupa settingannya, klo g pulsa ditarik (alias tetap mahal).
    fiksinya: membantu mewujudkan mimpi orang yg diwawancarany untuk jadi seleb ‘gadungan’ …..hehe…

    1. thanks infonya chy2b3rt, yup harus registrasi dulu biar murah dan pake username yang dikasih.

      Mimpi..? I’ve neva dreamed like that… hehe…

  5. Coba aja… tapi gak ada garansi ya… Penulis tidak bertanggung jawab atas apapun yang terjadi pada pembaca yang berhubungan dengan isi tulisan. No complain will be heard….
    😀

  6. Agush says:

    Boleh di coba nih….

Don't forget to give comment and questions :)