The World No Tobacco Day: Kita harus berbuat

Seperti yang pernah saya tuliskan sebelumnya, saya tidak begitu suka ber-deal dengan yang namanya rokok termasuk membahas dan menulis segala sesuatu yang berkaitan dengannya (dengan satu alasan sederhana bahwa kita butuh solusi yang lebih powerful daripada sekedar berwacana *meskipun berwacana juga penting, awalnya). Namun, khusus hari ini sepertinya ada yang kurang pas kalau saya tetap diam adem ayem ketika dunia kembali mengajak kita semua untuk berfikir rasional terhadap rokok dan tembakau. Hari ini, 31 Mei yang merupakan hari anti tembakau sedunia, sebenarnya adalah momen yang tidak boleh terlewatkan bagi siapa saja untuk memerdekakan diri dari penjajahan tembakau.

Mengutip tulisan seorang teman di jejaring sosial:

Bayangkan, bangsa sebesar ini masih tak mampu menilai apakah rokok itu menyehatkan atau menyengsarakan. Bangsa yang katanya telah berada pada arah yang benar ini, masih belum dapat menyadari bahaya rokok. Karena itu tak usah heran jika iklan rokok masih berseliweran di tempat umum dan media massa.

Tidak berlebihan mungkin kalau kita mengatakan bahwa penjajahan rokok sangat dahsyat, menjajah tak peduli bangsa dan agama, miskin dan kaya, bahkan yang terdidik sekalipun. Tidak salah juga mungkin kalau ada yang mengatakan bahwa bangsa yang besar ini ternyata bangsa yang dihidupi oleh rokok. Bangsa yang kegiatan pendidikannya juga berasal dari sumber rokok, kegiatan olah raga nasionalnya didanai oleh rokok, bangsa yang kreativitas anak mudanya di bawah payung rokok. “Habis, mau gimana lagi. Tidak ada lagi yang bisa melakukan apa yang mereka (produsen rokok) lakukan (baca: mendanai aktivitas bangsa).” Inilah yang saya katakan KITA SEDANG DIHIDUPI OLEH ROKOK.

Kalau hampir semua sendi-sendi aktivitas bangsa yang berperadaban ini nyaris didanai oleh perusahaan yang merusak kesehatan dan pola pikir bangsa, lantas masih layakkah kita berharap keberkahan dari bangsa yang mulia ini…? Na’udzubillah…

Saya tiba-tiba teringat ceramah Idul Adha beberapa tahun lalu di kampung, di mana ketika pengurus masjid (seperti biasa) melaporkan keuangan tahunan sekaligus menawarkan untuk membeli mesin pemotong rumput yang notabenenya sangat dibutuhkan mengingat lapangan rumput masjid yang cukup luas, ternyata cukup memakan waktu untuk mengumpulkan dana yang tidak lebih dari Rp 1 juta tersebut. Saat berkhutbah, sang khatib mengatakan:

Seandainya bapak-bapak berhenti merokok satu hari saja, kemudian uang yang biasanya digunakan untuk merusak kesehatan tersebut bapak infakkan untuk keperluan masjid, maka hari ini juga kita bisa membeli mesin pemotong rumput yang kita butuhkan.

Apa yang sudah kau perbuat?

Teramat banyak mungkin hal-hal yang harus kita sesalkan terhadap ketidakberdayaan kita melawan penjajahan rokok terhadap bangsa. kita Terlalu banyak juga hal yang patut kita kecewakan ketika menyadari bahwa kita hanya cenderung diam saja. “Apa yang sudah kita perbuat?” Ini sebenarnya adalah pertanyaan yang menohok dan straight forward terhadap siapa saja (termasuk saya dan anda) yang tidak suka dan benci setengah mati terhadap rokok dan orang yang merokok tetapi hanya sekedar mengutuk saja tanpa berbuat sesuatu yang punya makna.  Kita harus menjadi bagian dari solusi dan bukan memperburuk situasi. Kita harus berbuat untuk menyelamatkan harga diri sendiri, dan menyelamatkan orang di sekitar kita.

Apa yang sudah anda lakukan?*

++++++++++++++++++++++++++

*a memory from Anti Tobacco Campaign and Poster Exhibition of “The 5th Asia Pacific Pharmaceutical Symposium, International Pharmaceutical Students’ Federation – Asia Pacific Regional Office (The 5th APPS IPSF-APRO), Bandung Indah Plaza, 8th June 2006

Yori Yuliandra
Follow me

Yori Yuliandra

A lecturer and researcher in the Faculty of Pharmacy, Andalas University, majoring pharmacology "the study of drugs" | A blogger (and webmaster at RankMudo.Net) | An enthusiast in higher education
Yori Yuliandra
Follow me

Latest posts by Yori Yuliandra (see all)

41 thoughts on “The World No Tobacco Day: Kita harus berbuat

  1. butetsiregar says:

    pemda payakumbuh sudah mencoba no… iklan rokok, tidak boleh merokok di sembarang tempat….tapi tampaknya ekonomi payakumbuh tenang saja.
    terkadang kita ketakutan sebelum mencoba

  2. bujang3 says:

    aku sudah bebas dari rokok…!!!

  3. alisnaik says:

    saya cukup menderita sebagai perokok pasif 🙁

  4. Asop says:

    😥
    Rokok….
    Hanya membakar uang… 😥

  5. dhebu says:

    rokok memang sebuah fenomena dinegeri ini..jika harus menutup pabrik rokok,smakin bnyk pula rakyat yg jdi pengganguran…
    tp memang dampak rokok jg buruk bagi kesehatan…
    hadoohh..mlah binggung

  6. Nohara says:

    tragiss, sadiss!!! hal seperti itu malah dibiarkan di ‘shoot’, padahal membawa efek yg sangat buruk bagi anak2 lain…

  7. rizaroi says:

    yah hanya kata ironis lah yang tepat untuk menghubungkan antara bahaya rokok dengan realita yang ada

  8. nadiafriza says:

    kalo kita boikot hari per hari dengan ga ngerokok atopun minta dana dari perusahaan rokok, saya yakin kita pasti bisa kok lepas dari ketergantungan ama rokok dan atau produsennya

  9. deny marisa says:

    sayangnya hanya sehari..
    knp ga dilanjutkan ya??

  10. lia sikupu says:

    Para perokok belum nyadar kalau nikmat sehat itu indah.

  11. harga rokok dimahalin ajalah satu bungkus seratus ribu… jadi mikir kan kalo mau beli^^

  12. kang ian says:

    alhamdulillah saya tidak merokok 🙂
    makasih atas sharenya uda.. ^^

  13. barangkali saya sekarang adalah salah seorang yang berbahagia…krn sejak 1/2 bulan lalu saya sudah bulatkan tekad utk stop rokok total…
    setelah sudah sekian kali berjuang tuk stop , tapi sekian kali pula mengalami kegagalan…
    mmg semua adalah kembali ke diri kita sendiri..
    yaitu ” bulatkan tekad”…mohon doa restu nya ….
    semoga tidak gagal lagi….

  14. Adi says:

    Saya paling anti dengan yang namax rokok. .

  15. ardee says:

    rokok..rokok… koq penggemarnya banyak banget ya? dari balita sampai nenek2 di negara ini. apa ya yg jadi magnet nya?

  16. kalau blue terkadang masih suka tapi tidak mesti harus…..hehehhe
    salam hangat dari blue

  17. zhie says:

    kapan ya dunia ini bebas dari rokok??????
    huft, sumpeeeeeeek bangeeet kalo bau asap rokok 🙁

  18. dreesc says:

    hmmm….. akhirnya ada satu hari ajah yang bebas roko….

  19. mmhh..rokok emang harus dikurangi bro…ngerii euy

  20. Delia says:

    Lia gak bisa komen masalah rokok ini..
    karena banyak teman dan keluarga lia yg perokok..
    hikss hikss…

    hanya diam yg bisa lia perbuat 🙁

  21. fitrimelinda says:

    semoga negara ini bisa bebas dari rokok…

  22. fara says:

    melihat di jalan menuju kampus, ada umbul2 dari salah satu prosdusen rokok, alesannya kalo ga di dalam area kampus ga pa pa
    *sedih*

  23. mila says:

    Fenomena merokok, dilema juga yah

  24. semoga makin banyak orang yang sadar akan bahaya rokok

    amiin

  25. fansmaniac says:

    Rokok adalah salah satu benalu perekonomian rakyat, bayangkan habis berapa satu hari uang untuk beli rokok??
    Dulu waktu kuliah ini adalah musuh nomor satu pembobol uang kiriman ortu untuk kuliah, duit habis gara2 rokok… apalagi yang namanya ARDATH (Ada Rokok Datang Teman Habis) bikin sengsara…
    Nice post

  26. dirindukan khotib-khotib rasional namun tidak berlawanan dengan wahyu, saluuut dengan sang khotib.

    “Seandainya bapak-bapak berhenti merokok satu hari saja, kemudian uang yang biasanya digunakan untuk merusak kesehatan tersebut bapak infakkan untuk keperluan masjid, maka hari ini juga kita bisa membeli mesin pemotong rumput yang kita butuhkan”

  27. Tiada hari tanpa Rokok..udah jelas bahaya tapi masih tetap saja eksis di negara kita..
    Papan iklan dimana2 menyuarakan keberadaan rokok..

  28. Abula says:

    betapa berharganya sehat,
    jangan gadaikan sesuatu yang sangat berharga hanya demi merokok …

  29. noto says:

    Alhamdulillah sudah hampir setahun saya sudah berhenti merokok.

  30. sunflo says:

    keknya harus menumbuhkan kesadaran dari dalam diri mereka ya Yo… dengan kesabaran n ketelatenan, menegakkan nasehat diantara kita dengan pendekatan hati.

  31. novi says:

    alhamdulillaah keluargaku ga ada yang ngerokok, bapak n adikku, tapi sayang …. adikku yang satunya, setelah bergaul ma temen2 kuliah n kerjanya… dia jadi suka ngerokok… pergaulan juga ambil peranan penting ya Yo…

    btw, ditindaklnjuti tukeran linknya … makasih ya

  32. adizone23 says:

    perusahaan rokok menyumbang pajak yang besar bagi negara ini..
    semua event music dan olahraga kebanyakan juga disponsori oleh perusahaan rokok
    banyak dampak jika perusahaan rokok ditutup
    jadi kesadaran kita semua bahwa merokok merusak kesehatan…
    alhamdulillah, saya tidak merok…

  33. sebenarnya tragis juga , event olah raga didanai oleh produsen rokok, namun memang akan banyak sekali dampaknya bagi negara dan rakyat sendiri apabila pabrik rokok ditutup.
    salam

  34. kisahkisruh says:

    saya sudah berhenti merokok lebih dari setahun lalu…

  35. mbem says:

    sebenarnya masih perlu adanya sebuah inovasi terhadap tembakau. dan bisa jadi nanti temabakau bisa berubah fungsi yang tadinya sebagai bahan baku rokok bisa menjadi bahan baku lain [mungkin]. Alhamdulillah saya tidak merokok. toh juga masyarakat indonesia tidak bisa jauh dari rokok. realitanya begitu.

  36. afispedia says:

    alhamdulillah saya tidak merokok 😀

  37. Masdin says:

    Tragis banget jika ternyata kita sedang dihidupi oleh rokok. Tetapi mungkin memang itulah kenyataannya, akan banyak efek ekonomi yang ditimbulkan jika semua produsen rokok tutup.

Don't forget to give comment and questions :)