Apakah rahmat salah alamat?

http://rahmaliahapsari.files.wordpress.com/2010/12/weather.jpg?resize=127%2C121Dari dulu, saya tidak pernah punya masalah dengan hujan. Hujan? Yepp, hujan, yang kabarnya adalah rahmat. Apalagi jika turun di sore hari menjelang petang. Pasti tidak lama berselang kami sudah memenuhi lapangan sepak bola yang memang hanya berbilang puluhan meter dari rumah untuk kemudian bermain dengan riang sampai azan maghrib menjelang. Ya, itu dulu… ketika hujan selalu bermakna sebuah kesenangan.

Pun ketika sedang khusyuknya bersepeda ke sekolah sewaktu SMA. Hujan pagi yang tercurah dengan murahnya menguyupkan badan dalam beberapa hitungan yang tak sempat berbilang. Kaki yang terbalut seragam abu-abu yang basah pun tetap ikhlas mengayuh. Putaran demi putaran hasil kayuhannya akhirnya menghantarkan penunggangnya di kelas tercinta. Basah? tentu saja. Tapi entah mengapa rasanya nikmat saja.

Tapi sedikit berbeda dengan yang sekarang, teman… Agak susah menyenangkan hati ini ketika hujan di Senin pagi ketika seminggu sebelumnya mulut ini pernah berjanji “Maaf ya, saya terlambat 10 menit. Tadi macet di jembatan Andaleh. Minggu depan saya harap kita bisa mulai tepat jam 8”. Atau jiwa ini mendadak tidak tenteram ketika dalam perjalanan pulang dari tempat penyucian kendaraan, tiba-tiba turun hujan. Ya, rahmat itu diturunkan.

Sepertinya memang rahmat tidak pernah salah alamat. Setidaknya selagi ia belum berwujud azab, syukur nikmat saja. Dan juga tidak pernah terbersit untuk mencaci hujan. Karena hujan panas adalah masa, dan kita memang tidak boleh mencaci masa.

Dari Abu Hurairah RA katanya: Aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda: Allah SWT berfirman: Anak Adam selalu mencaci-maki masa, padahal Akulah masa. Siang dan malam berada di tanganKu.

+++++++++++++++++

READ ALSO:  Ujian Hidup
*Padang, ba’da shalat jumat berhiaskan hujan, sebelum jadwal nguli jam 14.00 yang terpaksa dibatalkan, setelah sehari sebelumnya membawa si Beat ke tempat penyucian (Ya, setidaknya jadwal nguli jadi jadwal ngeblog :mrgreen:

https://i0.wp.com/yoriyuliandra.com/site/wp-content/uploads/2011/01/image-upload-104-771959.jpg?resize=368%2C276

**ditulis untuk memenuhi komitmen postaweek2011

Yori Yuliandra
Follow me

Yori Yuliandra

A lecturer and researcher in the Faculty of Pharmacy, Andalas University, majoring pharmacology "the study of drugs" | A blogger (and webmaster at RankMudo.Net) | An enthusiast in higher education
Yori Yuliandra
Follow me

Latest posts by Yori Yuliandra (see all)

11 thoughts on “Apakah rahmat salah alamat?

  1. rahmat firdaus says:

    rahmat tidak salah alamat, memang niat mw silaturrahim ke blog d’yori 🙂

    1. @rahmat firdaus: Hehe… Rahmat lucu deh… :mrgreen:

  2. ista says:

    iya juga si, kadang hujan jadi menyenangkan, apalagi kalo seharian udah panas, terus sorenya ujan, saya suka petrichor, harum air hujan kena tanah 🙂 tapi, kadang kita ngerasa hujan menyusahkan, padahal itu rahmat, wah, harus berbenah diri ni

  3. alisnaik says:

    intinya jangan mencaci hujan ya 🙂

  4. Prima says:

    benar mas, semua hal bisa dinikmati..tergantung bagaimana cara kita memandangnya…

    syukur2 kita masih di kasih hujan… air gratis… saya salah seorang penikmat hujan, soalnya abis hujan, terasa adem… 🙂 salam…

  5. rime says:

    saya ga berniat mencaci hujan, tapi kenyataannya, hujan sangat tidak mendukung saya yang untuk ke mana-mana ga naik motor atau mobil.

    jadi saya hanya menyayangkannya.. kenapa rahmat justru menghambat seseorang menggapai cita-cita.

    tapi saya tetap bersyukur bahwa tanah yang saya pijak masih dikasih hujan sama Allah 🙂

  6. hujan, kalo nggak ada hujan nggak ada pelangi. Kita tak akan pernah menemukan pelangi sebelum melalui sebuah hujan kecil. 🙂

  7. Ade Truna says:

    memang rahmat lagi nggak bisa diprediksi; kalo baca artikel bernas, lugas seperti ini saya suka betah >>>Oia masalah post a week 2011, bahasa tidak masalah, ya? yang penting komitmen…posting seminggu sekali saya berani komit tapi sehari sekali, masih takut 😀

    ::SALAM KENAL::

  8. ilhammusra says:

    klo gtu bg..
    jgan cuci2 mtor dlu…
    pastikan hari cerah dlu..
    hhe,,

  9. Nice post >_<
    Tetik suka hujan …..

  10. mimikimosa says:

    mgkn hujan pd dua keadaan terakhir merupakan ujian. bukankah ujian it juga rahmat? walau dlm kemasan berbeda

Don't forget to give comment and questions :)