43 comments


  • betul mas, manusia itu banyak yang rusak karena ulahnya sendiri, banyak yang mati karena ulahnya sendiri juga, bencana hanyalah faktor pencetus saja.
    salam kenal

    May 05, 2011
  • Wah, wah, bener banget mas, saya baru ngeh juga ya… kita emang harus banyak belajar dari pengalaman… apalagi kita rawan bencana begini, tapi sampe sekarang belum pernah ikutan sosialisasi tentang ini di lingkungan sini… 🙁

    May 05, 2011
  • semua jabaran di atas cocok dengan ayat berikut:
    “Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (Rum 41)

    semoga bangsa Indonesia bisa belajar dari kejadian-kejadian bencana masa lampau. termasuk juga bencana Tsunami tahun 2004 di Aceh dan bencana Tsunami yang baru-baru ini terjadi di Jepang. semoga kita mampu menjaga bumi dan laut dan langit kita ini agar tetap asri, selaras, indah berseri sehingga kedamaian selalu menaungi kita dalam setiap lekuk hidup kita.

    btw, sayang acaranya jauh sekali dari tempat saya tinggal saat ini (meski acaranya sudah selesai). semoga bermanfaat untuk orang-orang yang hadir dan juga bermanfaat untuk bangsa. amin

    May 05, 2011
  • ada yg menarik, komentarnya bundamahes ada benarnya.
    Komentarnya isnuansa, mungkin basko udah memenuhi standar anti gempa :mrgreen: *okedeh mas yuri artikelnya referentif wajib di bookmark utk membuka wawasan ttg mitigasi, baru dengar istilah ini. Sukses ya?!

    May 05, 2011
    • Padahal waktu gempa september 2009 lalu, basko hotel itu baru selesai dibangung, baru selesai di launching tapi menjadi rusak sedikit sehingga memerlukan beberapa minggu perbaikan sampai kemudian baru bisa digunakan lagi

      May 05, 2011
  • begitulah keadaan sebenarnya, paling banyak koran gempa karena faktor eksternal, bangunan yang tidak memungkinkan bertahan atau meloloskan diri, ditambah kepanikan massal yang kita tidak siap dalam kondisi darurat… 🙁

    “bersahabat dengan alam, alam pun akan bersahabat dengan kita”. 🙂

    May 04, 2011
  • bener banget, yang bikin banyak korban tuh karena ketimbun runtuhan bangunan, bukan karena gempanya..
    makanya skg digalakkan bangunan yang tahan gempa..

    May 04, 2011
  • memang ada banyak hal yang ikut berpartisipasi dalam kesalahan manusia ini…

    May 04, 2011
  • ada satu hal yang patut jadi perhatian….bagaimana mengubah budaya masyarakat Indonesia….

    itu saja….^^

    May 04, 2011
    • Mengubah budaya masyarakat memerlukan effort yang lebih dari sekedar konsep “mitigasi bencana”

      May 05, 2011
  • Bencana biasanya cuma dihadapi dan dirasakan akibatnya..
    Belum ada konseep yang meminimalisir jauh sebelum bencana itu datang..

    May 04, 2011
    • lho, mas ini gimana sehh… ini yang namanya konsep “mitigasi bencana”, yaitu semua usaha yang dapat dilakukan untuk meminimalisir bencana yang dapat dilakukan sebelum bencana, di saat bencana, dan setelah terjadinya bencana.

      Konsepnya bagus, pelaksanaannya yang agak penuh tantangan…

      May 04, 2011
  • berarti bangunanya harus serasi dengan alam 🙂

    May 03, 2011
    • harus serasi dengan kondisi alam beserta geografisnya. Rumah di daerah rawan gempa harus dirancang tahan gempa, rumah di daerah rawan banjir harus dibikin lebih tinggi, rumah di daerah rawan longsor…? mending jangan bikin rumah di situ :mrgreen:

      May 04, 2011
  • yos

    kita dikasih hidup di bumi sudah selayaknya kita manjaga alamnynya agar tetap lestari, jangan smapai merusaknya, tahu sendiri betapa dahsayatnya jika alam sedang murka 🙁

    May 03, 2011
  • yupz manusia berupaya meminimalisir.. Tuhan lah yang menentukan takdir.

    May 03, 2011
  • Dan ternyata nenek moyang kita lebih cerdas dalam hal bangunan. Lihat saja rumah2 tradisional masing2 daerah, rata2 rumah panggung yang dapat menghindari banjir. Dan bahannya pun adalah kayu, yang aman jika terjadi Gempa.

    May 03, 2011
    • ya that makes sense… Semuanya sesuai dengan peradaban masing-masing, mungkin 🙂

      May 04, 2011
  • ded

    Keterlibatan pemerintah, swasta, dan masyarakat dalam hal ini sangat diharapkan. Dan kita tidak bisa hanya bertumpu kepada pemerintah, diharapkan juga dunia kampus memberikan pembelajaran kepada masyarakat cara menangani suatu bencana, secara terus menerus….
    Ada atau tidak ada bencana, mungkin juga bisa dijadikan sebagai satu mata pelajaran khusus bagi anak-anak sekolah.

    May 03, 2011
    • Betul sekali. Kampus (termasuk mahasiswa) mempunyai peran yang sangat krusial dalam usaha mitigasi bencana yang tidak bisa diserahkan kepada pihak lain.

      Misalnya untuk mahasiswa, alangkah baiknya kalau mahasiswa dengan program studi tertentu (misalnya program studi teknik) mengarahkan tugas akhirnya kepada usaha-usaha mitigasi bencana.

      Badan Nasional Penanggulangan Bencana Pusat menjanjikan dana bantuan riset terhadap penelitian yang berhubungan dengan mitigasi bencana, tapi peneliti harus mengajukan proposalnya terlebih dahulu…

      May 03, 2011
  • hmmm bener juga itu

    May 03, 2011
  • Sya

    Indonesia emang kurang tanggap ya dalam menghadapi bencana, padahal kita rawan gempa, rawan gunung berapi.

    May 03, 2011
    • Pemerintah mungkin sudah berusaha, hanya saja sepertinya kurang maksimal dan mungkin tidak menyeluruh. Kita gak tau juga apakah dievaluasi dengan sungguh-sungguh atau jangan-jangan tidak sama sekali.

      May 03, 2011
  • Sepertinya kita ga pernah diajarin teori evakuasi dan simulasi gempa/ bencana. Akibatnya bingung dan panik.

    May 03, 2011
    • Itu sebenarnya adalah bagian dari konsep mitigasi bencana yang harus dilakukan sebelum bencana, misalnya dalam bentuk simulasi gempa, simulasi evakuasi dari tsunami pada berbagai keadaan dan lokasi. Misalnya ketika berada di sekolah, di kantor, di gedung bertingkat, di jalan raya, dan bagaimana cara penyelamatan diri ketika tsunami.

      Sebagian daerah tertentu sudah pernah melaksanakan simulasi ini, di Padang sudah pernah dilaksanakan beberapa kali 🙂

      May 03, 2011
  • jadi ingat salah satu surah di al-qur’an,
    betapa rusak dan porak porandanya dunia ini karena ulah tangan manusia .
    salam

    May 03, 2011
  • Makanya jadi manusia jangan usil..ntar semua yang dilakukan kita aka berakibat fatal bagi kia juga

    May 03, 2011
  • kita juga harus belajar banyak dari negeri tetangga soal building code dan tidak mengurangi takaran yg ada 🙂

    May 02, 2011
    • Iya juga… jangan ada takaran yang dikurangi. Tapi untuk urusan rumah tahan gempa tidak hanya masalah takaran, tetapi lebih penting dan mendasar adalah perihal konstruksinya

      May 03, 2011
  • Hmm… semoga manusia bisa lebih pandai dalam mengurangi efek bencana 🙂

    May 02, 2011
  • Acara-acara di Padang banyak diadain di Basko ya?

    May 02, 2011
    • Iya… secara hotel baru dan paling berbintang-bintang. akses ke sana sangat mudah dan kondisinya sangat mendukung

      May 02, 2011
  • KOGAMI ikutan ya uda ?! waaah.. kalo iya, it takes me back, jaman masih (sok) aktif jadi interpreter serabutan 😀 hihi..

    Bisa dibilang “jangan panik berlebihan disaat bencana melanda”, gitu ya uda ?!

    May 02, 2011
    • agy, bukan “jangan panik berlebihan”, tapi jangan panik sama sekali gtu… :mrgreen: Yang harus dilakukan adalah menyelamatkan diri dari benda-benda di sekitar

      May 05, 2011
  • ikhwanisifa rawi

    yup..saya setuju banget…sesuai dengan pembahasan di makul psikologi bencana yang sedang saya ambil..(meski tugas intervensinya belum kelar juga.hhee)..

    May 02, 2011
    • aspek psikologi juga termasuk mitigasi bencana lho, terlebih pasca bencana

      May 02, 2011
  • mungkin proyeknya dah bener bikin rumah tahan gempa, tapi pelaksanaannya yang masih banyak digigitin “tikus” 😥

    May 02, 2011
    • kabarnya, diJepang, hal ini juga yang menyebabkan masih ada bangunan yang tetap rusak akibat gempa awal tahun 2011 kemaren, padahal semua bangunan di sana sudah mengikuti konsep mitigasi bencana, yaitu bahwa bangunan harus didisain untuk tahan gempa 🙂

      May 05, 2011
  • Mitigasi… kuliah yang pernah saya ambil di semester ketujuh silam. 🙂

    May 02, 2011
    • wah mantap… ada kuliahnya juga ternyata…
      aplikasinya…?

      May 02, 2011
      • kalo aku dulu ada mata kuliahnya..namanya matakuliahnya gempa..dulu sih matkul pilihan,tapi denger2 skg dah jd matkul wajib..

        May 04, 2011
  • jadi teringat QS : AR-RUUM ayat 41. 😐

    May 02, 2011

Leave a comment


Name*

Email (will not be published)*

Website

Your comment*

Submit Comment

Copyright © Think liike a learner...! by Yori Yuliandra