Butuh perspektif yang lebih baik

Rasanya baru kemaren saya menulis sesuatu tentang the world no tobacco day, dan hari itu (31 Mei) telah datang lagi di tahun ini, hari tanpa tembakau sedunia. Adakah yang berbeda antara kebijakan tentang rokok tahun lalu dengan yang ada detik ini? Mungkin, sejujurnya, kita tidak melihat signifikansi progresnya.

Ini adalah tentang bagaimana suatu negara melindungi warga negaranya. Kalaulah negara kita memang serius mau melindungi warganya dari bahaya rokok yang memang tidak terbantahkan, semestinya usaha yang dilakukan membuahkan hasil, whatever it takes. Saya juga belum pernah mendengar (atau jangan-jangan memang saya yang tidak tau) kunjungan kerja anggota DPR RI ke luar negeri untuk meninjau bagaimana negara-negara lain bisa sukses dalam melindungi warga negaranya dari penjajahan rokok yang maha dahsyat, pun sekali. Kalaulah seandainya bapak-bapak kita di sana sudah pernah melakukannya, kita tetap masih bertumpu pada hasilnya? Ahh… saya tidak akan berlanjut mengkritisi pemerintah. Sejujurnya, berharap pada negara semata dengan peraturan perundang-undangannya bukanlah pilihan yang tepat untuk hari ini.

Perspektif undang-undang terbukti belum efektif, dan cenderung banyak yang memunculkan potensi konflik horizontal. Perspektif ini menghadapkan kepentingan kesehatan SEMUA ORANG dengan kepentingan penghidupan SEGELINTIR ORANG yang seolah-olah tidak punya sumber penghasilan lain selain bertani tembakau, seolah-olah tidak ada lagi yang bisa ditanam di lahan mereka selain tembakau;Β SEGELINTIR ORANG yang seolah-olah tidak punya pekerjaan lain selain menjadi buruh di industri rokok. Atau jangan-jangan pemerintah juga sudah terlanjur menikmati income dari perpajakan industri rokok? Lalu kemudian mengorbankan kualitas hidup warganya?? Ups… lagi-lagi saya mengkritisi.

READ ALSO:  Weekly Photo Challenge: Boundaries

Kita sudah melihat betapa banyak aksi protes terhadap rencana diterbitkannya peraturan perundang-undangan seperti peraturan daerah yang berusaha untuk melindungi warganya dari bahaya rokok dan tembakau. Sebanyak apa aksi simpatik dari warga yang peduli dengan kesehatan bangsa, maka mungkin sebanyak itu pula reaksi protes terhadap peraturan-peraturan ini yang akan dengan serta-merta menyambutnya. Kita dihadapkan dengan jeritan hidup rakyat kecil. “Ini penghidupan kami. Ini adalah nyawa kami. Kami mau makan apa tanpa adanya lapangan pekerjaan ini. Akan banyak sekali pengangguran akibat dari peraturan ini.” Atau mungkin protes dengan nada lain “Industri rokok telah terbukti menghidupkan dunia olah raga kita, industri rokok berkontribusi sangat aktif dalam membangun industri kreatif para pemuda kita, industri rokok juga bahkan sudah membantu dunia pendidikan kita, bla bla bla…” Saya dapat bayangkan bahwa mereka, para pengusaha rokok yang sangat kaya raya itu, akan tersenyum sumringah atau bahkan tertawa lepas dengan apa yang dilakukan oleh “serdadu” mereka. Mereka tidak perlu repot-repot menanggapi setiap ancaman terhadap kemajuan industri mereka, karena penjajahan mereka sudah membuahkan hasil. Mereka punya tentara yang loyal yang akan membela kepentingan usaha mereka.

Perspektif agama pun juga tidak cukup sukses. Fatwa haram saja memang tidak akan pernah cukup bagi bangsa yang masih belajar seperti bangsa kita ini. Kadang saya khawatir, jangan-jangan bangsa ini tidak tahu bahwa “haram” itu artinya adalah sama sekali tidak boleh. Atau mungkin bangsa ini juga tidak tahu bahwa melanggar yang haram itu ganjarannya adalah siksa dan neraka. Na’udzubillah…

READ ALSO:  Weekly Photo Challenge: Ocean
anti tobacco campaign
No smoking, please: Members of the West Sumatra branch of the Indonesian Pharmacy Students Association (ISMAFARSI) staged a rally in Padang on Sunday calling on people to quit smoking ahead of the World No Tobacco Day on May 31. (Antara/Arif Pribadi)

Dalam tulisan ini, saya hanya akan menyampaikan bahwa kita butuh perspektif lain yang lebih baik dalam menyelamatkan bangsa dari penjajahan rokok dan tembakau. Sampai saat ini, saya masih beranggapan bahwa perspektif kesehatan mungkin perlu lebih banyak dipromosikan. Miris sekali rasanya melihat para pelajar kita yang masih berseragam SMP sedang duduk menikmati sarapan pagi mereka dengan sebatang rokok berasap di tangan mereka. Sedih sekali melihat betapa belianya ternyata orang yang membuat seisi bus kota menjadi batuk dan sesak nafas karena penuh dengan asap rokoknya, wajahnya masih menampakkan kepolosan dan mungkin baru saja pandai menghapus ingusnya. Kecilnya sudah beracun dan meracuni, besarnya bakal seperti apa…?

Saya yakin bahwa tulisan pendek ini tidak berkontribusi apa pun dalam usaha menerbitkan suatu peraturan yang lebih baik dari pemerintah dalam melindungi warganya dari bahaya rokok. Saya juga tidak berpikir bahwa opini spontan dan tidak tertata rapi ini akan menyebabkan para ulama dengan segera kembali menegaskan fatwa mereka bahwa rokok adalah haram. Tapi saya yakin sekali bahwa jika anda dan para pembaca di sini adalah orang yang pikirannya belum teracuni oleh asap rokok, maka para pembaca akan menyadari bahwa masing-masing kita bertanggung jawab untuk menyelamatkan diri dari bahaya ini; bahwa setiap kita wajib menyelamatkan keluarga dan orang-orang terdekat dari bencana ini. Ambil peran anda saat ini juga, karena rokok dan tembakau sudah mulai mengambil perannya sejak dahulu kala.

Bagaimana menurut anda??? Adakah perspektif lain yang patut kita coba untuk menyelamatkan bangsa dari rokok beserta penjajahannya???

READ ALSO:  Rokok dan Facebook

[bersambung]

*gambar beserta keterangannya diambil dari The Jakarta Post

**tulisan ini sedikitpun tidak bermaksud mendiskreditkan para perokok aktif, karena mereka sebenarnya lebih layak untuk dikasihani daripada disudutkan (meskipun kebanyakan orang akan lebih memilih untuk membenci mereka)

Yori Yuliandra
Follow me

Yori Yuliandra

A lecturer and researcher in the Faculty of Pharmacy, Andalas University, majoring pharmacology "the study of drugs" | A blogger (and webmaster at RankMudo.Net) | An enthusiast in higher education
Yori Yuliandra
Follow me

83 thoughts on “Butuh perspektif yang lebih baik

  1. Horacio says:

    This website was… how do you say it? Relevant!! Finally I
    have found something which helped me. Cheers!

  2. softwarp says:

    emmm….masalah rokok ini tidak akan pernah selesai karena pasti ada pro dan kontra…pemerintah dituntut harus bisa memberikan solusi yang baik bagi semua pihak baik produsen dan konsumen rokok

    salam kenal

  3. sangprofesor says:

    bersambung…

    *met menyambut Ramadhan penuh barakah 1432 H kak Yori, semoga kita disampaikan kepadanya, ya.. aamiin ^_^

  4. fitr4y says:

    hmmmm .. kamu ngilang kemana nh ?

  5. dheeasy says:

    Ada perokok aktifkah yang baca tulisan inih???

    Suka postingan inih…. Semoga ada jalankeluar yang terbaik tuk -para perokok aktif dan pasif- negeri ini…

  6. “Yang akan membunuh itu kan rokok dapat, rokok beli nggak”, ujar si pecandu rokok.

  7. fitr4y says:

    berkunjung malam .. πŸ™‚

  8. Rina says:

    Rokok..rokok…rokok…
    begitu banyak orang yang membencinya, tapi juga begitu banyak orang yang menyukainya

  9. alinaun says:

    susah, beasiswa banyak yang disponsori rokok sementara gak ada uang susah sekolah

  10. ahmad says:

    dari dulu sampek sekarang, rokok ini masih sukar dihindarkan oleh pemerintah, karena income masuk ke pemerintah sampai saat ini.. bahkan pendapatan pajak dari rokok ini lumayan besar..

  11. saya pecinta hidup sehat, yg jelas saya tak suka merokok. Nyium bau asap rokok langsung nengok siapa yang merokok terus dipelototin (*pengalaman di angkutan umum). Eh dia kagak ngerti juga kubuka kaca angkot, ……jadi gak kena tuh asap!
    Kalau udah kesel biasanya saya langsung menegur sambil kibas2 dan pura2 batuk….

    Nah senangnya karena tempat saya mengajar anti rokok jadi deh setiap hari saya menghirup udara segar. karena banyak pepohonan di sekolah, paling bersentuhan dengan asap rokok kalau di angot tapi jarang sekali…..

    salam sehat!

    Seru Jadi Guru πŸ™‚

  12. fitrimelinda says:

    ahh..aku adalah perokok pasif,, tiap hari dikelilingi oleh perokok berat.. πŸ™
    padahal aku suka mual kena asap rokok..

  13. sibair says:

    hihihi selamat hari tanpa tembakau.. mari kita bakar rokoknya πŸ˜€ *di keplak*

    1. hehe… ayo dibakar, tapi asapnya jangan sampai terhisap/dihisap…

  14. Agry says:

    Kalo masalah nasib petani tembakau, agy jadi penasaran, produk apa yang bisa dihasilkan dengan bahan dasar tembakau selain rokok ?! kalo ada, bolehlah secara perlahan mereka diarahkan untuk memproduksi barang tersebut (kalo ada)..

    1. Iya juga sie… Sebenarnya tembakau banyak manfaatnya, bahkan dalam dunia medis. Selain itu juga untuk pestisida. Hanya saja pasar untuk rokok jauh lebih menjanjikan.

  15. Kang Abid says:

    Jika saja,.semua perokok aktif membaca tulisan ini dengan hati nurani…

    1. Hehee… sorry to say ya kang… itulah dahsyatnya asap rokok. Beberapa sense yang semestinya ada menjadi terkikis atau hilang akibat asap rokok…

  16. Rusa says:

    ayo semangat anti rokok
    alhamdulillah Rusa gak merokok
    cuma makan rumput ajah πŸ˜€

    1. Untunglah kalo begitu. Selamat buat Rusa. Kalo rusa juga merokok apa kata dunia… ❓
      Tapi rumput sehat kan..?

  17. jasmineamira says:

    nggak cuma anak SMP, mas. bahkan anak SD sekarang udah banyak yg ngerokok πŸ™ anak2 jalanan juga πŸ˜₯

    tapi pinternya produsen rokok nih, mereka bikin foundation, bikin beasiswa segala, terus CSR nya juga oke. Itulah mungkin susahnya. haduuuuhh, semoga indonesia kedepannya semakin bebas rokok. meski ada perda, tetep aja banyak yg ngelanggar. nggak ngaruh sama perda2 gitu, mending bikin aksi nyata. MERDEKAAAAAAAA!! :mrgreen:

    1. Merdekaaaa… :mrgreen:
      Minimal memerdekakan diri sendiri dan keluarga.
      Dalam berbisnis memang harus pintar-pintar, termasuk bisnis yang berkontribusi dalam menyebabkan kerusakan bangsa

  18. liza says:

    rokok oh rokok. saya jadi teringat sesuatu jika membahas tentang rokok. teringat pada peringatan yang tertulis di setiap bungkus rokok bahwa merokok itu dapat menyebabkan gangguan jantung, gangguan janin, impotensi, dll. kira2 siapa ya penulis peringatan itu? saya ingin mengenalnya dan mengucapkan bela sungkawa padanya karena betapa banyak orang2 yang mengkhianati tulisannya.

    1. Hehe… betul-betul… Siapa ya…?
      Tapi peringatan semacam ini semestinya diimprove menjadi peringatan dengan daya “warning” yang lebih baik, misalnya dengan gambar paru2 yang rusak, mata yang rusak, gigi yang keropos, dll kerusakan akibat rokok…

  19. pemerintah belom menemukan pemasukan dari sumber lain yg besarnya menyaingi pemasukan dri rokok,, jadinya mash berfikir ribuan kali untuk menutup pabrik rokok.. hehe

    salam πŸ™‚

    1. menutup pabrik rokok mungkin adalah lompatan yang sangat besar (meskipun tidak mustahil), mungkin langkah yang lebih “damai” bisa diusahakan dengan lebih baik

  20. fitr4y says:

    qu perokok pasif,, tiap hri dikelilingi asap rokok..

    1. sama dong… kita semua perokok kalo gitu…

  21. Kakaakin says:

    Hal lucu yg pernah sy ketahui adalah pasien RSJ yg rela barter obatnya dg sebungkus rokok. Biasanya ada org luar yg kompakan sama pasien itu. Tp itu dulu.. Nggak tau sekarang..

    1. lho, perbuatan ini bermotif komersial atau hanya karena keinginan untuk mendapatkan rokok…? Kasusnya menarik πŸ™‚

  22. ajeng risma says:

    yg duduk dipemerintahannyajg bnyak yg merokok,,,
    klo aku sering batuk2 klo ngisep bau rokok…huuuuh

  23. mamung says:

    ngilangin rokok susah mas, cukainya besar. pastinya pemerintah gak mau ya..

    sumpah, paling nek liat orang ngrokok sembarangan,
    saya juga males kalo liat puntung rokok..

    1. Pemerintah yang sekarang yang keknya nggak mau ambil resiko untuk kemaslahatan bangsa, kali aja pemerintah berikutnya lebih berani dan lebih tegas

  24. Sya says:

    Kalau saya sih belum sekeras seperti yang lain menghadapi perokok aktif. Coz I’ve been one of them. But one thing that I hope from the smokers is if they dont care about their own health, they should care about others. Kasarnya kalau mau sakit atau mati perlahan jangan ngajak yang lain.

    1. Your last sentence makes sense… But, be responsible to your self…

  25. dmilano says:

    Saleum,
    Saya sepakat dengan mas masyhury tentang solusi dari penertiban rokok itu dengan cara Menutup pabrik rokok di indonesia. tapi apakah Negara ingin menggunakan cara itu? saya rasa tidak, apalagi rokok juga punya peranan yang besar dalam hal penyumbang devisa bgi negara. Solusi yg tepat menurut saya adalah dimulai dari diri sendiri dan keluarga. beri pencerahan pada mereka akibat dari merokok, insya Allah mereka akan paham.
    saleum dmilano

    1. Iya, setiap cara pasti ada kelemahan dan tantangannya. Cara yang paling memungkinkan dan paling sedikit hambatan eksternal adalah memang dimulai dari diri sendiri dan keluarga

  26. Aan Subhan says:

    Alibi yang dipakai oleh pemerintah dan juga pemegang kebijakan tidak rasional dibandingkan dengan fakta bahaya rokok itu sendiri

    1. ya, mungkin. Tapi itulah realita negara kita. Sekedar mengurut dada saja pasti tidak merubah apa-apa

  27. Herman`z says:

    bagaimana klw qt cri solusi alternatif….
    mulai skrg tiap qt (apalagi Phrmcst) memikirkan produk tandingan yg bs mnggantikan rokok (*tentunya yg tdk membahayakan kshtan dri n lingkungan)…, jd perokok bs beralih k produk bru ne…

    NB : * dg sendirinya rokok akn ditinggalkan…. (smoga)
    *Kira2 Ap Y produk itu????

    1. Salah satu penyebab mengapa rokok susah ditinggalkan adalah karena ia menyebabkan adiksi/kecanduan. Idenya bagus… Dan akan lebih bagus lagi kalo produk inovatif tersebut tidak menyebabkan kecanduan. Segala sesuatu yang menyebabkan kecanduan pastinya punya drawbacks

  28. ysalma says:

    setuju dengan tulisannya Yori,
    mungkin menghilangkan rokok tidak bisa,
    tapi rokok tidak dijual sebebas sekarang ini, jadi tidak semua orang bisa beli rokok.

    1. Iya, sebenarnya regulasi rokok dan tembakau juga akan menitikberatkan kepada aspek distribusinya. Penjualannya hanya pada tempat tertentu, dan yang berhak membelinya hanya orang dengan kriteria tertentu (terutama ada ketentuan usia)

  29. rime says:

    Kalau melihat kecenderungan pemerintah saat ini, sepertinya pembicaraan atau pewacanaan masalah rokok baru bakal dilakukan saat lebaran monyet. Kalau untuk mengurusi korupsi saja, pemerintah kita tidak sanggup, apalagi masalah rokok.

    Saya punya banyak teman perokok. Ketika saya bicara “tolong dong, perhatikan hak seseorang untuk menghirup udara segar”, mereka seringkali menjawab dengan “tolong juga dong untuk memperhatikan kami yang tidak bisa hidup tanpa rokok.”

    Pada akhirnya, kita tidak bisa mengandalkan siapapun kecuali diri kita sendiri untuk menjamin kesehatan kita. Kalau ada yang merokok, kita bisa menjauh… atau kita bisa buat peraturan bebas rokok di ruangan atau di kantor kita, etc. Tapi memang ini tidak ideal. Seringkali perbincangan seru terjadi pada kumpulan orang-orang yang merokok πŸ™ *sigh*

    1. Hehe… trims mbak rim atas tambahannya πŸ™‚
      Ya, siapa aja bisa ngeles sebenarnya tentang rokok ini. Sampai pada akhirnya, langkah minimal dan paling ego yang bisa kita lakukan adalah memastikan diri sendiri terlindungi dari bahaya ini

  30. alamendah says:

    Salah satu harapan seharusnya ada pada dunia pendidikan kita. Sayangnya dunia pendidikan kita masih terpaku pada nilai-nilai kuantitas dan sering melupakan aspek pendidikan moral dan perilaku.

    1. Ya, sekolah kita tidak menekankan tentang bahaya rokok. Paling cuma tentang narkoba. Padahal, rokok adalah salah satu pintu masuknya narkoba dan penyalahgunaan obat-obatan

  31. 5enyum says:

    Sebenarnya sebelum masyarakatnya diminta tuk tdk merokok, atasannya duluan thu yg hrz menjauhkan diri dari rokok, psti masyarakat biasa akan mengikuti atazanya tuk tdk merokok

    1. Ya, atasan memberi contoh dan teladan.
      Khusus untuk mereka yang memiliki kekuatan (mungkin juga termasuk atasan), mereka semestinya bisa merubah keadaan menjadi lebih baik dengan menggunakan kekuasaannya πŸ™‚

  32. Aubergine says:

    harusnya pajak rokok ditinggikan setinggi2nya. liat tuh negara2 eropa, sebungkus rokok hargamya 4,5 Euro .. yang mau ngerokok mikir dua kali.

    1. Ya, ini juga solusi yang semestinya sudah dipikirkan oleh para pembuat kebijakan. Kabarnya hal ini akan segera dijalankan, tapi belum apa-apa udah diprotes sama orang-orang pembela rokok dan tembakau…

  33. lia sikupu says:

    Mata merahnya menatap tajam ke segala arah
    menggambarkan betapa garangnya ia
    Baju putihnya menantang para ahli kesehatan dunia
    menunjukkan dirinya bak tidak berbahaya
    Sungguh tidak patut dipuja
    karena asapnya saja bikin pusing kepala

    hehe

    1. hehe… mantap mantap…
      *tepuktangan*

  34. nensis says:

    sangt stuju dg tulsan ne uda..
    Tp orng2 terdekt aq smw nya merokok, udh di ingatkn ada aja 1001 alsan yg di lontar kn untk merokok..*gereem

    1. Ya thanks.
      Kita butuh usaha yang lebih powerful daripada sekedar mengingatkan, tapi bukan berarti mengingatkan tidak perlu. Tetap ingatkan dengan cara yang baik, meskipun mereka merokok dengan cara yang sangat tidak baik…

  35. tunsa says:

    hehehe,,,ini pasti ditentang para pecandu rokok..
    saya juga benci kalo ada org ngerokok di bis..
    sumpek, bikin pusing..

    1. ya, barangkali. karena logika berpikir para pecandu rokok sudah “teracuni” oleh asap rokok *kira-kira begitu

      1. tunsa says:

        eit..mungkin para perokok akan banyak mengkritisi hal smacam ini.
        tapi kalo boleh saya ungkapkan, mereka para perokok juga sebenarnya sadar akan bahaya rokok, tapi kenapa masih tetep dikerjakan ya? πŸ˜†

  36. isnuansa says:

    Papa sama adik laki-laki saya nggak ngerokok. Itu juga kali ya, yang bikin saya lama ketemu jodoh, kebanyakan pada ngerokok semua, hahahaha… *cari kambing hitam*

    1. hahaaa… banyak kok orang baik yang setia dengan masa depan cerah yang bukan perokok… *hayo ngacung siapa…

      1. isnuansa says:

        Kenalin dong. πŸ˜›

  37. ladeva says:

    Setuju sama Asop. Tambahan aja, saya sering mikir para masyarakat kelas menengah ke bawah lebih memilih untuk merokok dibandingkan makan lho, mereka yang hisap eh yang kaya ya pengusaha rokoknya. Dan pemerintah diam dan duduk manis aja sejauh ini…

    1. Nah, itulah kejatahan rokok. Ia menghilangkan logika berpikir

  38. dhila13 says:

    tambahan saya, butuh niat dan motivasi yang lebih bak juga.. πŸ˜‰

    1. ya, niat dan motivasi dari setiap orang, apalagi pemeritah…

  39. Asop says:

    Saya sepakat dengan tulisan ini. Saya inginnya peredaran rokok di Indonesia ditekan seminimal mungkin. SAya pikir kalau menghilangkan rokok sama sekali tidak mungkin. πŸ™
    Masalahnya, tampaknya pemerintah belum punya cara untuk mengganti insudtri rokok dengan industri yang lain.
    Buruh rokok dan petani tembakau kemungkinan bisa dengan mudah “digerakkan” oleh segelintir orang untuk menentang keras perubahan yang dilakukan pemeirntah perihal rokok. πŸ™

    1. Betul Sop, pemerintah dan masyarakat secara umum kalah cepat dibandingkan dengan langkah yang sudah diambil oleh industri rokok

  40. RARA says:

    dari pengemis sampai pejabat smua udah kecanduan rokok..
    begitulah kira2 keaadaan negeri kita saat ini

    1. ya, dan sebenarnya kita semua adalah korban dari penjajahan rokok…

  41. Lidya says:

    kalau rokok dilarang dan merugikan kesehatan kenapa iklan rokok bebas berkeliaran dimedia ya

    1. karena industri rokok mampu membayar iklan mahal-mahal, mereka juga mampu menghidupkan industri musik, mereka juga mampu menggelorakan semangat olah raga, mereka juga mampu bla bla bla… *desperate

  42. saya paling ga suka sama orang2 yg merokok di tempat2 umum..
    Alhamdulillaah dari lingkungan keluarga saya, tidak ada yang merokok.. πŸ™‚

    1. ya, kalaulah kita tidak/belum sanggup menyelamatkan masyarakat yang lebih luas, minimal selamatkan diri sendiri dulu, dan orang2 tersayang…

  43. Adi Nugroho says:

    hmmm, aku anti rokok..
    Benar2 bisa muntah kena bau rokok..
    Ckckck

    1. Wow… bisa muntah ya…? Saya pernah dengar orang yang menjadi bersin akibat asap rokok, kalau menjadi muntah? hmm… kemunkginan ini yang pertama. Kalau sedang dalam perjalanan darat (misal: di bus), emang asap rokok bisa memicu mabuk perjalanan)

  44. masyhury says:

    Wew… satu cara yang menurut saya cukup efektif adalah.. Menutup pabrik rokok di indonesia. Pemerintah masih mau mikir dua kali hanya gara-gara rokok memberi devisa yang besar!
    Memangnya indoneisa bangkrut kalo nutup pabrik rokok???
    Selamat hari bebas rokok.. πŸ˜€

    1. hehee… cara ini dijamin efektif, tapi mungkin kurang bijak… *kita emang sering terkendala oleh aspek ke-bijak–an

    2. hehee… cara ini dijamin efektif, tapi mungkin kurang bijak… *kita emang sering terkendala oleh aspek ke-bijak–an

  45. Novia Elisa says:

    great posting, Uda.. :mrgreen:
    memang benar, banyak alasan yang industri rokok makin produktif. Selain itu, murahnya harga yang dipatok industri rokok juga menyebabkan ‘barang’ ini terjangkau oleh semua kalangan, termasuk anak sekolahan. Padahal kalo di luar negeri harga rokok terbilang cukup mahal dan hanya terjangkau oleh kalangan tertentu. Kalo disini malah harga rokok U5rb (Under 5 ribu) banyak sekali ditemukan…

    1. iya, harganya bisa ditinggikan. Tapi, bagi orang yang sudah kecanduan, harga yang mahal tidak akan 100% menghambat “kehausan” mereka. Malah, jangan2 nanti dikhawatirkan akan memunculkan kejahatan yang lebih massive oleh para pecandu rokok yang kebanyakan adalah warga dengan tingkat ekonomi menengah ke bawah… Tapi, mungkin perlu dicoba…

Don't forget to give comment and questions :)