Perhitungan dosis untuk hewan percobaan

Bagaimana cara saudara membuat sediaan untuk pemberian oral dengan dosis 20 mg/kg? Berapa konsentrasi larutan ekstrak yang saudara buat? Berapa volume yang saudara berikan jika berat hewannya adalah 265 gram?” (pertanyaan dari salah seorang Dosen Pembahas/Penguji dalam suatu seminar penelitian mahasiswa)

Topik tentang pembuatan sediaan merupakan bahasan yang sangat penting sebelum melakukan pengujian bioaktivitas terhadap hewan percobaan, misalnya bagi mahasiswa farmasi (khususnya pada bidang ilmu farmakologi yang nyaris selalu bermain-main dengan hewan percobaan). Saya sudah mengobok-obok Om Eyang Google ternyata tidak ada hasil pencarian yang menunjukkan cara lengkap tentang bagaimana perhitungan dosis obat atau ekstrak untuk diberikan kepada hewan percobaan, khususnya dalam skala penelitian dimana hewan yang digunakan biasanya berjumlah banyak dan zat uji pada umumnya diberikan secara berulang, misalnya setiap hari selama 2 minggu. Hmm… ini adalah peluang amal… Tapi buat pembaca yang bukan stakeholder terkait, ini sekedar informasi dan tambahan wawasan saja ya. Dont take it too serious and don’t be puyeng lah yaa… πŸ˜‰ Buat mahasiswa farmasi, semoga bermanfaat.

Zat yang biasa diberikan kepada hewan percobaan dapat berupa bahan dari tanaman (ekstrak, air rebusan, dll) atau berupa obat untuk tujuan tertentu. Biasanya, bahan-bahan ini tidak bisa diberikan begitu saja melainkan harus diformulasi terlebih dahulu dengan beberapa ketentuan dan pertimbangan. Ada banyak sekali pertimbangan dalam hal pemberian obat/ekstrak kepada hewan percobaan, misalnya tentang rute pemberian, jenis sediaan, jenis bahan pembantu yang digunakan, besaran dosis yang digunakan, dan lain sebagainya. Tulisan ini hanya membahas perhitungan dosisnya saja.

Ada beberapa urutan pertanyaan dan detail yang harus diketahui dan dipersiapkan untuk perhitungan tersebut, yaitu:

  • Berapa dosis obat yang mau diberikan?
  • Obat diberikan melalui rute apa? Oral, intravena, intramuscular, intraperitoneal, dll?
  • Berapa konsentrasi sediaan obat yang akan dibuat?
  • Berapa jumlah hewan percobaan yang akan diberikan sediaan obat?
  • Berapa berat obat/ekstrak yang ditimbang untuk dibuat sediaan?
  • Berapa volume sediaan yang dibuat?
  • Terakhir, berapa volume sediaan yang diberikan ke masing-masing hewan percobaan?

Waaah… banyak sekali ya. Namun tak perlu khawatir karena pada dasarnya ada beberapa hal saja yang menjadi persoalan utama terkait dengan pembuatan sediaan uji.

READ ALSO:  Sinusitis, a very unpleasant story to tell (part 2 of 3: Visiting a doctor)

A. Berapa Konsentrasi sediaan yang dibuat?

Konsentrasi sediaan yang dipersiapkan menunjukkan berapa mg obat atau ekstrak yang dilarutkan dalam sejumlah ml larutan. Konsentrasi ini biasanya dinyatakan dalam % (persen), atau lebih tepatnya % b/v (persen berat per volume) dimana 1% b/v berarti 1 gram zat yang terlarut dalam 100 ml larutan zat. Untuk dapat menentukan konsentrasi sediaan yang dibuat, maka diperlukan data tentang 2 hal berikut,

  1. Dosis yang diberikan
  2. Persen pemberian, dimana nilainya dipengaruhi oleh rute pemberian obat.

Konsentrasi sediaan yang dibuat dapat ditentukan melalui pembagian dosis dengan persen pemberian. Dosis biasanya dinyatakan dalam mg/kgBB dimana 1 mg/kgBB menunjukkan 1 mg zat diberikan untuk setiap 1 kg hewan. Sedangkan persen pemberian biasanya dinyatakan dalam % v/b dimana 1% v/b menunjukkan 1 ml obat diberikan untuk setiap 100 gram berat badan hewan. Persen pemberian ditentukan berdasarkan rute pemberian obat yang akan digunakan, misalnya:

  • Rute oral/ oral gavage/ gastric intubation: biasa diberikan 1 %
  • Rute intraperitoneal: biasa diberikan 0,1 %
  • Rute intravena: biasa diberikan 0,1 %

Jika dosis (a) dan persen pemberian Β (b) sudah diketahui, maka konsentrasi sediaan yang dibuat bisa dihitung dengan rumus berikut:

= Dosis (mg/kgBB) : Persen pemberian (ml/100gBB)
= [a mg/kgBB] x [100 gBB/b ml]
= [a mg/1000 gBB] x [100 gBB/b ml]
= [a mg/10] x [1/b ml]
= [a/10b] mg/mlΒ –> anggap ini rumus cepatnya πŸ™‚

Jika dinyatakan dalam satuan persen (gram/100 ml), maka jadinya adalah

= [a/10b] x [100 mg/100 ml ]
= [a/10b] x [0,1 g/100 ml]
= [a/100b] g/100 ml
= [a/100b] %Β –> anggap juga ini rumus cepatnya πŸ™‚

B. Berapa berat obat atau ekstrak yang ditimbang untuk dibuat sediaan?

Pada dasarnya, berat obat atau ekstrak yang ditimbang untuk dibuat sediaan uji ditentukan berdasarkan dosis yang diberikan dan total berat hewan percobaan. Jika dosis yang diberikan misalnya adalah 5 mg/kg, maka tentunya kita butuh dosis 20 mg jika total berat semua hewannya adalah 4 kg. Betul??? Untuk menentukan berat obat/ekstrak yang dibutuhkan tersebut, data yang diperlukan adalah:

  1. Berapa jumlah hewan percobaan yang akan diberikan sediaan?
  2. Berapa (kira-kira) berat rata-rata hewan tersebut?

Dari kedua data ini, kita dapat menentukan berat total hewan percobaan yang akan diberikan ekstrak. Sebagai contoh (di dalam penelitian farmakologi) berat rata-rata dari mencit adalah sekitar 20-30 gram, sedangkan berat rata-rata tikus adalah sekitar 250-300 gram (tergantung kondisi real hewan yang digunakan).

READ ALSO:  Pertanyaan favorit tentang obat

Jika perkiraan berat total hewan sudah diketahui, maka langkah berikutnya adalah menentukan berat obat/ekstrak yang diperlukan. Berat obat/ekstrak yang diperlukan dihitung berdasarkan dosis yang akan diberikan dan total berat hewan. Contohnya: suatu ekstrak diberikan dalam dosis 20 mg/kgBB dipersiapkan untuk diberikan ke 10 ekor mencit dengan berat rata-rata 25 gram. Berapa ekstrak yang ditimbang?

Berat ekstrak yang ditimbang:

= dosis x total berat hewan
= 20 mg/kgBB x (25 gramBB x 10)
= 20 mg/kgBB x 250 gramBB
= 20 mg/kgBB x 0,25 kgBB
= 5 mg

Dengan demikian, jumlah ekstrak yang dibutuhkan untuk diberikan kepada sepuluh ekor hewan tersebut adalah 5 mg. Langkah berikutnya adalah pembuatan sediaan, terutama menentukan berapa volume sediaan yang dibuat.

C. Berapa volume sediaan yang dibuat?

Volume sediaan yang akan dibuat ditentukan berdasarkan:

  1. Konsentrasi sediaan. Konsentrasi tersebut sebelumnya sudah kita tentukan pada bagian A, yaitu berdasarkan dosis (mg/kg) dan persen volume pemberian atau rute pemberian yang digunakan.
  2. Total berat obat/ekstrak yang diperlukan. Berat ekstrak yang diperlukan ini juga sudah dihitung sebelumnya pada bagian B, yaitu berdasarkan dosis yang digunakan dan total berat hewan.
Sebagai contoh: jika sebelumnya sudah diketahui bahwa konsentrasi obat yang akan diberikan adalah 0,2 % dan berat ekstrak yang diperlukan untuk keseluruhan hewan percobaan adalah 10 mg, maka berapakah volume sediaan yang dibuat?

Volume sediaan yang dibuat:

= berat ekstrak : konsentrasi
= 10 mg : 0,2 %
= 10 mg : (0,2 gram/100 ml)
= 10 mg x (100 ml/0,2 gram)
= 10 mg x (100 ml/ 200 mg)
= 5 ml

Dengan demikian, 10 mg ekstrak tersebut harus dilarutkan dengan pelarut yang sesuai (misalnya air atau air suling) sampai terbentuk larutan yang homogen. Kadang dibutuhkan bahan pembantu untuk mensuspensikan ekstrak di dalam larutan, misalnya NaCMC atau Tween/Polysorbate. Jangan lupa, apapun pelarut dan bahan pembantu yang digunakan, volume larutan akhirnya tidak boleh melebihi 5 ml supaya konsentrasinya tetap sesuai dengan yang direncanakan.

Sebaiknya sediaan ini dibuat baru setiap harinya (dalam istilah resep disebut dengan rp “recenter paratus”). Meskipun demikian, kadang peneliti dapat membuat sediaan untuk stok beberapa hari, misalnya 2 atau 3 hari. Hal ini tergantung kepada stabilitas sediaan untuk disimpan dan perhatikan juga kondisi penyimpanan sediaan. Jika sediaan dibuat untuk stok 2 hari, maka jumlah ekstrak dan volumenya dijadikan 2 kali lipat yaa…

READ ALSO:  I'tikaf di Masjid Raya Jabal Rahmah Semen Padang

D. Berapa volume sediaan yang diberikan kepada masing-masing hewan?

Volume sediaan yang diberikan kepada masing-masing hewan dihitung berdasarkan 2 hal berikut:

  1. Persen volume pemberian. Nilai ini tergantung kepada jenis rute pemberian yang digunakan seperti yang sudah dijabarkan di atas.
  2. Berat masing-masing hewan percobaan. Hewan dengan berat badan yang berbeda tentu akan menerima volume sediaan yang berbeda pula.
Contoh: Suatu sediaan ekstrak yang sudah diformulasikan akan diberikan melalui rute intraperitoneal dengan persen pemberian 0,1 %. Berapa volume yang disuntikkan kepada tikus berikut jika masing-masing beratnya adalah 260; 252; dan 275 gram?

Volume pemberian atau volume administrasi:

= berat x persen pemberian
= 260 gram x 0,1 %
= 260 gram x (0,1 ml/100 gram)
= 0,26 ml

Jika untuk hewan 260 gram diberikan sediaan dengan volume 0,26 ml, maka hewan dengan berat 252 dan 275 gram diberikan sediaan dengan volume 0,252 dan 0,275 ml. Simple kan…?

___________

Jadi dapat disimpulkan bahwa langkah-langkah untuk perhitungan dosis dan pembuatan sediaan obat dan ekstrak adalah seperti yang terlihat dalam skema berikut:

___________

sumber gambar: di sini dan di sini. Gambar skema dibikin sendiri lho :mrgreen:

Yori Yuliandra
Follow me

Yori Yuliandra

A lecturer and researcher in the Faculty of Pharmacy, Andalas University, majoring pharmacology "the study of drugs" | A blogger (and webmaster at RankMudo.Net) | An enthusiast in higher education
Yori Yuliandra
Follow me

Latest posts by Yori Yuliandra (see all)

76 thoughts on “Perhitungan dosis untuk hewan percobaan

  1. iko says:

    Halo mas yori,
    Terimakasih, tulisan di halaman ini sangat bermanfaat sekali.
    Saya mau tanya, bagaimana cara kita menentukan dosis sediaan topikal krim ekstrak untuk penelitian?
    Misalnya penelitian sebelumnya dilakukan pemberian ekstrak secara oral, lalu bagaimana kita mengkonversikan dosis topikalnya? karena saya belum menemukan literaturnya, mungkin mas yori bisa bantu.
    Terimakasih.

  2. wisuda says:

    Asalamualaikum…maaf mas yang baik…saya sedang bingung dan mau tanya…kalau mengkorversi dosis obat herbal topikal seperti ekstrak Nigella sativa dari hewan coba ke manusia,caranya bagaimana ya mas? Apakah ada rumus yang khusus kalau
    ntuk obat topikal?

    1. Wslm. Tidak ada perhitungan spesial, apalagi rumus baku. Di dalam eksperimen, kadang pendekatan yang sering dicoba adalah trial and error. Apalagi kalau sediaan yang diuji adalah sediaan topikal. Lain halnya jika eksperimen dilakukan melalui administrasi sistemik seperti oral, mungkin bisa dengan pendekatan rumus.

      Saran: coba saja gunakan konsentrasi yang sama. Wallahua’lam

  3. imam says:

    Maaf sebelumnya saya mau tanya dong,untuk perhitungan konversi dosis dari ekstrak ke infus bagaimana ya ?

  4. rika says:

    kak, mau tanya, msal d0sisnya 80 mg/200gr bagaimana/?

    1. Easy, lengkapi datanya dulu: rute pemberian, jumlah hewan, dst… Tinggal ikuti saja langkah sesuai instruksi di atas.

  5. nokpuji says:

    Assalamualaikum… ka mau tanya,, kalau cara perhitungan dosis larutan karagenin yang akan di induksikan ke hewan percobaan mencit, bagaimana?? jika berat mencit kurang dari 20 g..
    terus sediaan yang saya buat adalah dengan konsentrasi 10% dan 15%..

    untuk kontrol negatif itu kan saya pakai aquadest.. nah, maksudnya di bagaimanakan??
    si mencitnya tetap di induksi karagenin apa ngk? setelah itu bagaimana??

    1. Wslm. Jika karagenin (Carrageenans) yang dimaksud adalah untuk digunakan sebagai penginduksi inflamasi, maka silakan gunakan perhitungan sesuai dengan metode penginduksi tersebut. Cara perhitungan yang ada pada tulisan ini tidak relevan dengan perhitungan karagenan, sebab metode yang saya bikin ini adalah untuk penggunaan bahan alam, khususnya ekstrak.

      Tentang kontrol negatif, kiranya perlu diluruskan pemahaman kita tentang kelompok kontrol (tulisannya sedang saya persiapkan). Secara sederhana bisa dikatakan bahwa kelompok kontrol negatif adalah kelompok yang mencerminkan hipotesis yang negatif. Artinya, kelompok kontrol negatif adalah kelompok hewan yang sakit tapi hanya dikasih plasebo. Dengan demikian, hewannya tetap diinduksi karagenin, tapi hanya diberikan air suling (bukan ekstrak, bukan pula obat)

  6. ayu tri says:

    kak,, saya sudah mencoba,, apakah benar?
    dengan dosis 1 gr/kgbb, persemberian 1% sehingga saya memperoleh 100mg/ml=10gr/100ml=10% untuk konsentrasi.
    lalu, berat ekstrak yg ditimbang 1,8gr dengan berat tikus 200grBB dan jumlahnya 9 ekor. lalu volume yang dibuat adalah 18 ml, lalu volume yg diberi pada hewan 2 ml… apakah sdh tepat kak?
    mohon balasannya kak ,terimakasih..
    sebelumnya saya berterimakasih karena postingan kk sangat membantu kak

  7. maria ulfa says:

    Maaf sebelumnya saya mau tanya dong,untuk perhitungan konversi dosis dari ekstrak ke infus bagaimana ya ?
    Boleh minta alamat email / kontak ga ? Ada yang sayaa mau tanyakan tentang dosis dipenelitian saya,terimakasih:)

    1. iis s.h says:

      kak gimana ya yang perhitungan ini?apakah sudah ketemu?saya juga lagi nyari hehe

  8. ifa says:

    mas mau tanya kalo saya mau memberikan ekstrak sirih ke mencit dengan rute peroral, dosisnya 100mg/kgBB, 200mg/kgBB, 400mg/kgBB tapi pelarutnya pake metanol, berapa berat simplisia yang harus disediakan?

  9. afikar says:

    Mau tanya mas, kalo diketahui dosis kontrol positif = 6mg/kgBB, dosis ekstrak 1= 0,8mg/gBB, dosis ekstrak 2= 1,6mg/gBB, dosis ekstrak 3 = 3,2mg/gBB, gimana untuk menghitung konsentrasinya dan berapa berat ekstrak yang harus ditimbang untuk dapat dosis diatas.? trims, mohon bantuannya

  10. Latifah Fitriani Rakhman says:

    kak mau tanya, yang dimaksd dengan konsentrasi ekstrak apa ya?
    ini kan saya sudah buat ekstrak lidah buaya, 70%, 85%, dan 100%
    jadi klo 70% >> 70% ekstrak : 30% aquadest
    apa itu yang dimaksud konsetrasi ekstrak?
    Terima kasih

    1. Konsentrasi ekstrak 70% maksudnya adalah 70% ekstrak dan 30% pelarut. Artinya, jika sediaan ekstrak yang dibikin adalah 50 mL, maka 35 gram ekstrak disiapkan, dan dilarutkan dengan pelarut (misalnya air suling) beserta bahan tambahan lain jika diperlukan sampai volume total larutan menjadi 50 mL.

      Begini perhitungannya:
      35 gram/50 mL = 0,7 gram/ml = 70% (ingat, 1% b/v itu artinya 1 gram dalam 100 ml larutan)

      Anyway, kalau Sdri bikin ekstrak dengan konsentrasi 100%, artinya ekstraknya diberikan langsung kepada subjek uji tanpa ada penambahan pelarut. Kalau dipikir-pikir, ini sangat tidak lumrah.

  11. meyvia rifka says:

    Pak saya mau tanya berapa % persen pemberian jika diberikan secara lokal? Misal di rongga mulut

  12. dita says:

    Ka, mau tanya. Kalo kita mau pengujian tablet ke tikus dg 3 variasi dosis. 125 mg, 250 mg, dan 500 mg utk dosis manusia. Jd perhitungan dosis utk tikusnya seperti apa? Trims ka.

    1. Yeee… kalau ini berarti topiknya tentang konversi dosis manusia ke hewan percobaan. Tapi boleh lah…. Berikut rumusnya

      Dosis hewan = faktor konversi x dosis manusia
      (catatan: faktor konversi dari manusia ke tikus adalah 0,018)

      Dosis tikus
      = 0,018 x Dosis manusia
      = 0,018 x 500 mg
      = 9 mg –> ini adalah dosis untuk 200 gram tikus
      = 9 mg/200gbb
      = 45 mg/kgBB

  13. aulin says:

    mohon bantuannya ya,, kalo istilah pemberian dosis berulang itu maksudnya apa ya? terima kasih

    1. Dalam tulisan ini, yang saya maksud dengan pemberian berulang adalah pemberian dosis lebih dari sekali. Prosedur ini biasanya dilakukan untuk pengujian efek subkronik atau kronik. Misalnya dosis ekstrak diberikan sekali sehari selama 7 hari; atau pemberian setiap 3 jam. Hal ini berbeda dengan pemberian akut yang hanya menggunakan sekali dosis kemudian langsung dilihat efeknya pada waktu tertentu

  14. yeli says:

    Kk mau tanya…. Bagaimana bisa do 50 mg/kgBB diberikn kepada tikus. Vol.pemberian bisa jd 0,5 ml
    Eksyrak yg d timbang bisa jd 2 gram
    Vol. Suspensi 100ml
    Konsentarasi 20mg/ml
    Tolong jelaskan ya kk???
    Terimakasih πŸ™‚

    1. Ikuti saja tahap pemecahannya.
      – Pertama sekali, tentukan terlebih dahulu konsentrasi sediaan yang harus dibikin, yaitu berdasarkan dosis dan persen pemberian.
      – Selanjutnya, please cope to the post. Sila baca lagi ya penjelasannya.

  15. cahaya says:

    kak, maaf sblmnya klo prtnyaannya bnyk..:D
    1. bagaimana ngitung konsentrasinya klo obatnya itu dlm bentuk cair, misalkan dosisnya 4mL/kgBB? klo dimasukin kerumus yg di atas, satuan konsentrasinya jd hilang. Apa harus dikonversi ke dalam mg? gmn cara konversinya kk? apa zat cair itu ditimbang pake timbangan analitik biasa?
    2. klo zatnya dlm bentuk cairan spt di atas, volume yg diberikan itu apakah langsung dri dosisnya itu kk? misalkan dosisnya spt di atas, berat hewannya 20g, jd hasilnya 0,08mL/20gBB hewan uji yang disondekan. bener itu kk? kecil sekali, skala sonde bukannya 1mL kk. πŸ˜€ atau apakah dicari lg pake rumus: berat x %VAO?

  16. tania says:

    bgmna cara menghitung dosis aquades sebagai kontrol negatif terhadap tikus putih

    1. Terima kasih atas pertanyaannya….

      Ada satu hal penting yang harus dipahami tentang kontrol negatif, yaitu perihal komponen yang ada di dalamnya. Kontrol negatif bukan berarti air suling/aquadest, melainkan terdiri dari semua komponen pelarut dan bahan pembantu yang dipakai pada kelompok uji (misalnya kelompok dosis ekstrak) minus ekstrak yang diujikan.

      Contoh: Hewan pada kelompok ekstrak diberikan sediaan ekstrak dengan komposisi:
      – ekstrak (sebagai zat uji)
      – air suling (sebagai pelarut), dan
      – tween (sebagai pengemulsi)
      Jika demikian, maka kelompok kontrol negatif juga harus diberikan sediaan yang sama, namun tanpa ekstrak. Artinya tidak hanya air suling, tapi juga harus mengandung tween dengan kadar/konsentrasi yang sama dengan kadar tween pada sediaan kelompok ekstrak

  17. bulansuciramadhani says:

    Kak, bagaimana cara hitung konsentrasi sediaan yg dibuat jika dosisnya 70%?

    1. Pertama sekali, kita perlu mendefinisikan apa yang dimaksud dengan “dosis 70%”, ada beberapa interpretasinya yang mungkin:
      – zat/obat diberikan 70% b/b: artinya 70 gram untuk setiap 100 gram berat hewan.
      – Atau jika maksudnya 70% v/b (misalnya karena zat/obat nya adalah dalam bentuk cair), maka diberikan 70 ml untuk setiap 100 gram berat hewan.
      – Atau bisa jadi yang dimaksudkan di sini adalah sediaannya dibikin dengan konsentrasi 70%: artinya 70 gram zat dilarutkan dengan pelarut yang sesuai sampai volumenya 100 mL.

      Anyway, pertanyaannya kurang lengkap sehingga ada beberapa interpretasi. Namun secara umum, saya kira dosis 70% itu tidak lumrah dan sangat sangat besar…

  18. Eka Pasana says:

    Mas, boleh minta rekomendasi buku bagus tentang perhitungan dosis untuk penelitian nggk?mksh byk sblmny

    1. Kalau buku yang spesifik membahas tentang perhitungan dosis eksperimental saya kurang tau. Tapi coba dirujuk buku Remington atau Thompson

  19. novita says:

    kak mohon d bantu.
    pembuatan dosis kombinasi ekstrak gmn ya

    1. Dosis kombinasi ekstrak??? Maksudnya beberapa ekstrak yang akan diberikan kepada hewan uji yang sama??? Hmm… mungkin-mungkin saja

      By the way, sebaiknya ekstrak tersebut dibuat terpisah. Maksudnya masing-masingnya dibuatkan sediaan tersendiri dengan alasan
      – waspada ada reaksi/interaksi antar ekstrak
      – perbedaan sifat fisiko-kimia antar ekstrak membutuhkan bahan pembantu dan perlakuan yang berbeda
      – supaya lebih mudah dalam perhitungan pembuatan ekstrak
      – supaya lebih akurat dalam perhitungan dosis yang diberikan kepada hewan
      – supaya lebih mudah dalam administrasi obat. Siapa tau ekstrak-ekstrak tersebut tidak bisa diberikan melalui rute administrasi yang sama
      – dll

      Meskipun demikian, administrasi kepada hewan tentu menjadi 2 kali atau lebih. Maka sebaiknya pastikan administrasinya akurat sehingga resiko cedera ataupun stress pada hewan dapat diminimalisir

  20. wah…. terbantu bgt huda dg adanya blog ini… thanks bgt ya….

  21. intan says:

    pak, mw nanya, apa bedanya VAO dngn volume pemberian?

    1. Sama aja kalee…

      Terkait dengan volume administrasi, mungkin ada 2 terminologi yang mirip, tetapi pada dasarnya mereka berbeda
      1. Volume administrasi obat, atau volume pemberian –> volume sediaan yang diberikan kepada hewan (satuannya: ml)
      2. Persen volume pemberian –> besaran volume yang diberikan kepada hewan yang ditentukan oleh rute administrasi, misalnya: oral 1%, i.v.: 0.1%, dll (satuannya % v/b)

  22. thanks sir..that’s great article

    1. Nice… you should try to create one too….

      1. intan says:

        pak, mw nanya, apa bedanya VAO dngn volume pemberian?

  23. Muharrir Farmasi USU says:

    Sangat bermanfaat… Thanks (Y) πŸ˜€

  24. intan says:

    mksh uda infonya,,, akn coba di plajari n di pahami, besok2 kalau ngak ngerti dan dapet kendala mohon bimbingannya lg ya uda,, πŸ™‚

  25. dea apriyani says:

    saya mau juga tanya, kalau di artikel jurnal biasanya disebutkan misal pemberian antigen sebanyak 0,5-2 mikrogram. tapi tidak dituliskan per kgBB atau tidak. sebenarnya semua perhitungan dosis apakah harus menghitung per kgBB atau tidak? terimakasih

    1. Secara umum, pemberian dosis suatu bahan uji terhadap hewan percobaan untuk mengetahui efek (misalnya dalam studi farmakologi) mestilah mempertimbangkan berat badan hewan. Namun dalam kasus Sdri. Dea boleh jadi sedikit berbeda (saya anggap kasus Sdri adalah penelitian Immunologi, karena menyinggung pemberian antigen), dimana tidak mengharuskan pemberian dosis yang relatif terhadap berat badan, apalagi jika pengujian dilakukan pada isolated tissue

      Salam,

      1. dea apriyani says:

        iyya, benar saya di bidang immunologi yang bertujuan untuk menghasilkan produksi antibodi dari antigen yang disuntikan. jadi apakah dalam penelitian saya tidak harus mempertimbangkan berat badan mencit?..
        kakak bisa memberikan referensi untuk saya terkait itu tidak? terima kasih

        1. Tidak perlu mengambil dosis yang relatif terhadap berat badan mencit, tapi cari tau literatur yang membahas tentang dosis optimum untuk pengujian pada hewan tersebut.

          Please check your email, I just sent something to read concerning your problem πŸ˜‰

  26. sofi says:

    klo dosis nya dalam persen bagaimana penyelesaian pemberian pada hewannya ??

    1. Jika dosis persen itu yang dimaksud adalah % b/b, yaitu persen berat per berat, maka 1 % berarti 1 gram obat untuk 100 gram berat hewan. Jika berat hewannya adalah 25 gram, maka hewan tersebut menerima 0,25 gram obat.

      Jika mau dilanjutkan sesuai dengan prosedur yang dibuat dalam tulisan ini, maka dosis dalam satuan persen tersebut dapat diganti menjadi mg/kg. Yaitu sbb:
      1 % = 1 gram obat/100 gram berat hewan
      = 1000 mg/100 gram berat hewan
      = 10000 mg/1000 gram berat hewan
      = 10.000 mg/kg

  27. rhiniluph'na a'frz says:

    ouuuuukh b’gto to cara ngitung’e!!!!
    makasich yach info’e…hehe

  28. fafa says:

    Keren..sgt brmnfaat..gomawo!!!

  29. bisa minta daftar pustaka mengenai persen pemberian berdasarkan rute pemberian?
    terima kasih

    1. Literaturnya cukup banyak, dan banyak versi juga. Berikut saya lampirkan saja 2 links, mudah2n bisa dipahami
      1. http://goo.gl/cOeCi
      2. http://goo.gl/Dq1ps

      *Thanks for stopping by and leaving comment, and for asking as well :mrgreen:

    2. Coba rujuk ke daftar pustaka berikut:

      #1. A good practice guide to the administration of substances and removal of blood, including routes and volumes. Karl-Heinz Diehl, Robin Hull, David Morton, Rudolf Pfister, Yvon Rabemampianina, David Smith, Jean-Marc Vidal, Cor Van De Vorstenbosch . J Appl Toxicol 21 15-23, 2001.
      #2. Refining procedures for the administration of substances. Report of the BVAAWF/ FRAME/ RSPCA/ UFAW joint working group on refinement. D.B. Mortom, M. Jennings, A. Beckwell, R. Ewbank, C. Godfrey, B. Holgayte, I. Inglis, R. James, C. Page, I. Sharman, R. Verschoyle, L. Westall and A.B. Wilson. Laboratory Animals 35, 1-41, 2001.

  30. yolaorvalho says:

    ternyata bgtu tohh…
    makasih.mksih bnyk da πŸ™‚
    smg bermanfaat u/ kami suatu hari nnti

  31. Diah Ayren says:

    trus gmana perhitungan dosis penyutikan ekstrak klo pemberiannya lwat oral dan dinyatakan dosisnya mis. 40 mg/kg BB????

    1. administrasi secara oral gavage biasanya diberikan 1%. Berarti bikin larutan ekstraknya dengan konsentrasi 4 mg/ml. Jika berat hewannya adalah 250 mg, maka berikan larutan ekstrak tersebut dengan volume 2,5 ml. Gitu aja…

      Oh ya, jumlah volume larutan yang dibuat sesuaikan aja dengan kebutuhannya. Untuk 2 ekor hwean @ 250 gram, bikin aja 5 ml

      1. Diah Ayren says:

        brpa volume pemberian untuk dosis 1,25 mg/kgBB dgn brat mencit 40 g jika konsentrasi ekstrak yg di miliki 100mg/ml
        bsa mnta tliskan rmusnya enggak????
        mkash ya sblumnya…

        1. to @Diah Ayren
          dosis 1,25 mg/kgBB; brat mencit 40 g; konsentrasi ekstrak 100 mg/ml; volume pemberian = …?

          – berat ekstrak yang diterima oleh hewan = dosis x berat hewan = 1,25 mg/kgBB x 0,040 kgBB = 0,05 mg ekstrak
          – volume pemberian = berat ekstrak : konsentrasi = 0,05 mg : 100 mg/ml = 0,0005 ml

          Hmm, volume pemberiannya kecil sekali yaa… wajar aja, karena pembuatan konsentrasi larutannya terlalu pekat. Sebaiknya konsentrasi larutan ekstrak itu ditentukan dengan cara yang benar sesuai dengan tulisan di atas.

          Btw, nanya sekali lagi bayar yaaa… :mrgreen:

  32. Sugeng says:

    Meskipun tidak pernah melakukan pada hewan percobaan, namun semoga tulisan ini ada manfaatnya bagi yang membutuhkan. Saya sendiri kalau disuruh megang tikus, meskipun tikus putih, gak deh. Terima kasih.

    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

  33. Uz 1453 says:

    #geleng-geleng kepala#

    suruh minum dosis ndiri aja hewan percobaannya Mas… πŸ™‚

  34. kempor says:

    saya kok nggak paham ya?
    maklum nie anak mesin jadi kagak tau yg beginian

  35. jaka says:

    Salam Kenal Ya Untuk Semuanya.. πŸ™‚

  36. Justru ketika dulu saya sekolah tidak pernah belajar ihwal ini, maka membaca postingan ini sungguh saya dapat ilmu baru, terutama terkait langkah-langkah untuk perhitungan dosis dan pembuatan sediaan obat dan ekstrak. Makasih banyak ya, Mas.

  37. kasian yang menjadi percobaannya. kalau penemuannya untuk manusia apakah sama menentukannya dengan hewan??

    1. penelitian/pengujian pada manusia pastinya lebih complicated. Secara umum, barangkali prosedurnya sama aja…

  38. waduh eksperimen,,,,gelap deh kalo soal beginian mh,,,

  39. Mila says:

    serasa ke dunia perkuliahan πŸ˜›

    1. heheee…. kami menyebutnya “dunia perhewanan” :mrgreen:

  40. 'Ne says:

    ini emang topik buat anak2 farmasi ya hehe.. lier euy πŸ˜€

    1. lier emang, tapi hewannya jinak-jinak kok. Suerrr… :mrgreen:

      1. novita says:

        kak, ak bs d ajarin lbh lanjut gk. ak msh bgung ini.
        pmbuatan dosis kombinasi ekstrak buat skripsi q

        1. Boleh bu, mana detail datanya?

  41. ysalma says:

    tetap aja yang kebayang cuma praktek lab biologi waktu SMA, jauh kayaknya,, anak farmasi pasti paham πŸ˜€
    #hewan percobaan yang dipakai pernah klenger gak?

    1. klenger…? paling2 cuma menggigit aja, tapi sakit :mrgreen: Kan giginya mereka ni panjang dan tajam. Kita khawatirnya gigi mereka tu berkuman, kan mereka nggak pernah gosok gigi heheee…

      1. Mentari Aura says:

        bingung nih….
        coz yng perhitungan volume sediaanya klo dfikir@ gak sesuai deh untuk 10 mencitnya….. kesanx tuh kyk sedikit bgt permencitx

        kn brat rata2x 25 sdgkn ad 10 mencit, jdi vol. pemberian untuk mencit 0,8 ml qta kalikn 10 mencit berarti volme sediaan untuk 10 mencit sekitar 8 ml, sdgkn yg diatas volume yg ad cmn 5 ml….. dak cukup donk….

  42. Karina says:

    berat banget topiknyaaaa >.< hehehe ga paham sama sekali saya ini. πŸ˜€

    1. Adi Nugroho says:

      sama heheheh πŸ˜›

      1. Jangan dipaksaain yaaa…

  43. babel says:

    ternyataaa begeetoh yaa wwweeeewww seremm

Don't forget to give comment and questions :)