Saya sibuk, anda sibuk, nyamuk pun sibuk

Beberapa abad belakangan, saya sering mendapat pertanyaan “lagi sibuk nggak? tolongin dong…”, atau “nggak sedang sibuk kan?”, dan pertanyaan sejenis dengan redaksional dan bahasa yang ribuan jenisnya. Hmm… Di dalam kamus perbendaharaan kalimat saya, pertanyaan ini saya kategorikan sebagai pertanyaan sulit; sama sulitnya dengan pertanyaan kapan menikah *hahah… melenceng* Memang sulit, atau setidaknya sulit menurut versi “sulit” yang tidak sulit saya pahami.

Berbicara tentang sibuk, saya ingin sekali menekankan bahwa pada dasarnya kita selalu sibuk. Ya, saya, termasuk anda. Selalu ada sesuatu yang kita lakukan di setiap waktu. Kehidupan kita tidak pernah keluar dari dimensi waktu, terserah apapun yang sedang kita kerjakan. Entah itu tidur, atau belajar, atau melamun sekalipun, kita sibuk. Sibuknya adalah sibuk tidur, sibuk belajar, atau sibuk melamun. Kerjaannya maen game terus? Apakah dia juga sibuk? Tentu saja, sibuk dengan game dan permainannya.

Masing-masing kita diberi bekal waktu yang persis sama tanpa diskriminasi. Orang baik, orang shaleh, koruptor, tukang besi, bankir, dokter, apoteker, tukang tambal ban, dan siapa saja diberikan jatah waktu yang sama: 24 jam sehari (bagi yang waktunya sehari  lebih dari 24 jam wajib isi kolom komentar…). Pun nyamuk yang juga punya modal waktu yang sama setiap harinya: 24 jam. Adalah suatu nikmat ketika Allah SWT hanya membeda-bedakan usia kita, namun tidak dengan jatah waktu kita per harinya. Bayangkan seandainya saya punya waktu 27 jam sehari sedangkan anda hanya punya 24 jam sehari. Nggak adil kan??? Nah, dari rata-rata 24 jam sehari yang kita miliki, kita menghasilkan output, produk, amal, dll yang berbeda kualitas dan kuantitasnya satu sama lain. Di antara nyamuk yang satu dengan nyamuk yang lainnya yang sibuk menghisap darah manusia, pastinya mereka juga mendapatkan volume darah yang berbeda satu sama lainnya, tergantung seperti apa sibuknya mereka dalam berusaha.

READ ALSO:  Akibat ciptaan sendiri

Apakah waktu senggang benar-benar ada?

Saya juga tidak bisa mendefinisikan “waktu senggang” dengan baik. Tapi, sepertinya tidak ada waktu yang benar-benar senggang karena waktu selalu berjalan dan tak bisa dihentikan. Selalu ada sesuatu di setiap waktu. Dan memang semestinya selalu ada sesuatu yang dikerjakan setiap dimensi waktu. Jika selesai satu urusan, maka segera beralih ke urusan yang lain. Dan kerjakan urusan itu dengan sungguh-sungguh. Itulah yang disebut sibuk, dan memang begitulah semestinya.

7. Maka apabila kamu telah selesai (dari suatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain. [QS Al-Insyirah (94) : 7]

Semestinya, kita selalu punya sesuatu untuk dikerjakan dalam setiap waktu. Jika mau dibawa ke dunia wirausaha, maka waktu adalah modal utama kita dalam hidup. Bahkan Rasulullah SAW sekalipun dalam salah satu sabda beliau juga menyebutkan bahwa manusia sering terlena dengan nikmat waktu. Oleh karenanya, kita semestinya senantiasa menyibukkan diri dan tidak melewatkan waktu berlalu tanpa suatu catatan perbuatan dan amalan.

Kegiatan yang kita pilih untuk menyibukkan masing-masing kita adalah suatu pilihan. Ada yang baik, ada yang buruk, namun tidak ada yang berada di antara keduanya. Bukankah pilihan hidup ini cuma 2: jika tidak disibukkan dengan kebaikan maka niscaya pasti  disibukkan oleh keburukan.

So, mulai sekarang, saya tegaskan bahwa SAYA SIBUK, DAN SELALU SIBUK, dan berusaha sibuk untuk tetap disibukkan dengan kebaikan. Di saat saya terlihat sedang tidak sibuk, maka yakinlah bahwa pada saat itu sebenarnya saya sedang sibuk memikirkan “apa yang harus saya lakukan supaya tetap sibuk”

Sebagai bonus, berikut ada gambar nyamuk yang lagi sibuk entah ngapain. Ntar dianya marah karena disebut-sebut (bahkan ada di kalimat judul tulisan) tapi nggak dikasih kesempatan buat nampang :mrgreen: Gambar ini saya jepret sekitar beberapa abad yang lalu di kampung saya di Payakumbuh. Klik gambar untuk melihat resolusi penuhnya 🙂

READ ALSO:  Statistik oh statistik...

+++ Padang, 28 Juni 2012. Di saat “sibuk-sibuknya” berkutat dengan angka-angka, anova 3 arah, dan student t-test setelah memastikan bahwa data tekanan darah dan konsentrasi nitrat oksida yang njelimet ini berdistribusi normal dengan skewness yang berkisar dari –1 dan +1 *kadang inspirasi menulis di blog itu datangnya seolah-olah tidak pada waktunya.

Oh ya, satu lagi. Sepertinya ada ralat. Harap kata “abad” dalam tulisan singkat ini diganti menjadi kata “bulan” saja.

Yori Yuliandra
Follow me

Yori Yuliandra

A lecturer and researcher in the Faculty of Pharmacy, Andalas University, majoring pharmacology "the study of drugs" | A blogger (and webmaster at RankMudo.Net) | An enthusiast in higher education
Yori Yuliandra
Follow me

Latest posts by Yori Yuliandra (see all)

9 thoughts on “Saya sibuk, anda sibuk, nyamuk pun sibuk

  1. SR says:

    setan pun sibuk…

  2. Kontraktor says:

    terkadang karna kesibukan kita, silahturahmi dengan keluarga pun jadi berkurang…

    di tunggu kunjungannya

  3. alinaun says:

    waktu itu bagai pedang, tidak dimanfaatkan dengan baik malah bisa fatal

  4. waaah, kampungnya di payakumbuh ya uda?

    1. sekampung kah kita…? :mrgreen:

  5. sianakdesa says:

    gambarnya baguss 😀

  6. elva trisye says:

    iya benar semua sibuk , sibuk kerja , sibuk melamun klu lagi senggang waktu sampai waktu melamun pun gak mau di ganggu ,, ya inilah kehidupan , tapi asala jangan sok sibuk aja padahal gak tau apa yang di kerjakan .. oke

  7. NyNuN says:

    hahhahaa….khann udaa…
    memang daa kadang blog ini terinspirasi ketika saat2 kita sedang sibuk yg lain baru inspirasi cemerlang muncul…..hahhahha…giliran senggang gda ide….hehhehe

  8. Aadrean says:

    Yap sepakat Da Yori!. Jika tidak kita sibukkan dengan kebaikan, maka diri kita akan otomatis tersibukkan oleh keburukan, minimal oleh suatu hal yang sia-sia.

    Uji statistik itu ndak pakai software Da?

Don't forget to give comment and questions :)