Doa Dies Natalis

doaBeberapa waktu belakangan saya lumayan sering diminta untuk membacakan doa dalam beberapa kesempatan. Tidak ada yang spesial juga sih, karena pada dasarnya saya (dan kita) biasa berdoa setiap hari setiap waktu. Hanya saja, membaca doa di dalam acara resmi tentu sedikit banyaknya berbeda dengan doa yang biasa kita bawakan dalam kehidupan sehari-hari.

Anyway, beberapa respon yang bervariasi saya terima setelah membacakan doa tersebut. Kalau boleh dibilang, semuanya bernada positif. Di antara banyak tanggapan tersebut, yang paling menarik (dan yang paling banyak juga) adalah respon berikut ini:

Bisa nggak teks doa yang tadi dikirimkan ke saya via email?

Mendapati pertanyaan seperti itu, biasanya saya (sebagai pendukung “open source”) spontan saja menjawab “Boleh Pak, apa alamat email Bpk?” Sampai kemudian teks doa yang tersimpan di dalam ponsel saya tersebut terkirim ke email siapa saja yang meminta. Dan, akhirnya saya putuskan bahwa doa tersebut juga dapat diunduh dari website saya yang unyu-unyu ini.

Download (PDF, 215KB)

Yori Yuliandra
Follow me

Yori Yuliandra

A lecturer and researcher in the Faculty of Pharmacy, Andalas University, majoring pharmacology "the study of drugs" | A blogger (and webmaster at RankMudo.Net) | An enthusiast in higher education
Yori Yuliandra
Follow me

Latest posts by Yori Yuliandra (see all)

One thought on “Doa Dies Natalis

  1. alrisblog says:

    Bisa maju ka dapan jadi pambaco doa se alah suatu keberanian untuak kebaikan. Lamo-lamo kan bisa maagiah pangajian, 🙂

Don't forget to give comment and questions :)