Menulis Daftar Pustaka dengan Bantuan Google Scholar

Sejujurnya, menyusun daftar pustaka dengan mengacu kepada style tertentu adalah cukup merepotkan, khususnya jika ditulis secara manual. Komponen-komponen dari suatu bibliografi harus disusun sedemikian rupa seperti nama author dan coauthor (nama belakang di tulis di depan atau di belakang, nama kedua “last name” yang disingkat, dll), tahun, judul, nama jurnal, nomor volume dan issue, halaman, dsb. Untungnya, ada aplikasi EndNote yang sangat membantu para penulis dalam menyelesaikan penulisan naskah ilmiah. Sayangnya, memasang dan menggunakan aplikasi ini juga tidak mudah dan jauh dari kata praktis. Thanks to Google, layanan Google Scholar ternyata dapat menjadi solusi untuk hal ini.

Secara umum bisa dikatakan bahwa hampir semua artikel dari jurnal ilmiah ada di dalam data base Google Scholar. Tidak 100 % sih, tapi hampir semua jurnal. Mengapa demikian? Jawabnya adalah karena terindeks pada Google Scholar adalah salah satu target utama bagi para penerbit jurnal, sebab Google Scholar sepertinya merupakan citation index database yang paling populer.

Step by step on how to write bibliography from Google Scholar

  • Buka halaman Google Scholar di scholar.google.com
  • Ketikkan judul artikel pada kolom pencarian. Sebaiknya ketikkan/copy judul artikel dengan lengkap
  • pada hasil pencarian, klik “cite” sehingga muncul beberapa pilihan citation style untuk sitasi
  • klik pada bagian citation style yang diinginkan (misalnya APA), kemudian copy
  • paste pada bagian daftar pustaka artikel/naskah yang sedang dipersiapkan
READ ALSO:  Seberapa banggakah anda menjadi pharmacist...?

Kabar gembira, sejak akhir tahun 2015, Google sudah memperbarui (lebih tepatnya: menambah) citation style yang ditawarkan pada Google Scholar. Sebelumnya hanya ada 3 jenis citation style: yaitu MLA, APA, dan Chicago. Sekarang sudah ada tambahan2 citation style yang juga sangat populer, terutama buat para penulis skripsi, yaitu: Harvard dan Vancouver.

Apakah semua item daftar pustaka terdapat di Google Scholar?

Sayangnya, tidak. Tidak semua artikel ilmiah yang berhasil diindeks oleh Google Scholar. Bahkan tidak jarang article citation yang ditampilkan juga asal-asalan dan tidak lengkap (misalnya: tidak ada nama jurnal, tidak ada volume dan nomor, atau tidak ada halaman). Sebenarnya ini bukan murni salahnya Google, tapi lebih ke penerbit jurnal (atau bisa juga penulis) yang tidak mempersiapkan artikel atau website artikel mereka dengan baik sehingga dapat terindeks oleh Google Scholar

Terakhir, kadang daftar pustaka yang kita peroleh dari Google Scholar ini harus diperiksa kembali supaya terhindar dari kesalahan penulisan. Seperti biasa, tidak ada program, aplikasi, service (dan termasuk juga manusia) yang sempurna. Kesempurnaan hanyalah milik Allah SWT.

_______________

Video credit: Video was made by IceCream Screen Recorder

Yori Yuliandra
Follow me

Yori Yuliandra

A lecturer and researcher in the Faculty of Pharmacy, Andalas University, majoring pharmacology "the study of drugs" | A blogger (and webmaster at RankMudo.Net) | An enthusiast in higher education
Yori Yuliandra
Follow me

Latest posts by Yori Yuliandra (see all)

Don't forget to give comment and questions :)