Polemik vaksin: Jangan lagi berpolemik!

“Allah SWT menyuruh kita mengobati penyakit, bukan mencegahnya”.

Itulah salah satu potongan kalimat yang pernah disampaikan kepada saya sebagai alasan diharamkannya (atau supaya lebih halus, tidak dibolehkannya) vaksin. Ya, betul sekali. Vaksin adalah untuk mencegah penyakit, bukan untuk mengobatinya. Bahkan proses pencegahan tersebut justru dengan cara memasukkan “penyakit”‘ itu sendiri. Beberapa alasan lain juga sering kita dengar. Misalnya terkait dengan bukti ilmiah tentang efektivitas vaksin yang minim; atau hasil penelitian vaksin yang dianggap palsu, atau dampak negatif dari vaksin, dan lain sebagainya. Beberapa kekhawatiran yang memicu penolakan vaksin tersebut terjawab dengan baik melalui komik berikut.

This slideshow requires JavaScript.

Polemik lain: Halal atau haram? 

Salah satu sorotan tajam terhadap vaksin di kalangan umat Islam adalah perihal kehalalannya. Oleh sekelompok orang (sering juga dijadikan senjata oleh kelompok AntiVaks), vaksin adalah haram karena “mengandung unsur babi”. Kalimat “mengandung unsur babi” pada dasarnya adalah tidak tepat, karena vaksin yang digunakan tersebut memang tidak mengandung babi. Kalau alasan ini mau difasilitasi juga, mungkin kalimatnya kita ganti menjadi “bersinggungan dengan unsur babi”. Yepp, betul sekali: di dalam proses pembuatan vaksin terdapat komposisi yang berasal dari babi yang penting dalam proses reaksinya. Meskipun demikian, unsur ini tidak ada lagi pada produk akhir vaksin karena sudah habis selama proses produksi vaksin. Bahkan katanya sekiranya unsur babi tersebut ada pada produk akhir, maka produk vaksin menjadi rusak. In short, tidak ada unsur babi di dalam produk vaksin.

READ ALSO:  Contoh Soal Ujian Farmakologi

Urusan halal atau haram tentang apapun di dunia ini harus dikembalikan kepada Al Qur’an dan Hadits. Selanjutnya, keputusannya ada di tangan para ulama. Itu prinsip. Lalu, apa kata ulama tentang vaksin? Di Indonesia, MUI telah mengeluarkan fatwa No. 4 tahun 2016 tentang “Imunisasi”. Kesimpulannya, hmm… agak susah disimpulkan sih. Tapi kalau bahasa fatwa tersebut dianalisis, saya akan bilang insyaallah halal. Wallhua’lam. Bahkan di dalam fatwa ini juga ditulis bahwa imunisasi tersebut bisa jadi hukumnya wajib. Nah lho? Buat yang tertarik membaca lebih lanjut, isi fatwa tersebut secara lengkap dapat dibaca pada lampiran berikut.

Masih anti terhadap vaksin? Think again…

Anyway, kalau dipikir-pikir, kalimat dalih paling atas dari tulisan ini keknya agak absurd juga ya. Kalau bisa dicegah, mengapa harus menunggu untuk diobati? Kenapa harus menunggu menderita dahulu baru dicarikan solusinya? Atau, apakah kita memang dilarang untuk mencegah penyakit? Aduh, semakin absurd kan???

Vaksin ini adalah hasil dari perkembangan ilmu pengetahuan di bidang kedokteran, lebih spesifiknya di bidang farmasi. Ia adalah produk akhir dari penelitian yang dilakukan oleh para pakar dan memakan waktu puluhan tahun. Ia sudah terbukti efektif dan sudah dipakai di seluruh dunia. Karya besar seperti ini amat disayangkan jika harus kandas akibat kampanye hitam orang-orang yang, kebanyakan, tidak punya pendidikan di bidang kesehatan. Adalah sangat memiriskan ketika masyarakat lebih mempercaya omongan penjual obat herbal atau tukang bekam dibandingkan dengan informasi tenaga kesehatan berpendidikan terkait dengan vaksin dan imunisasi. Pencerdasan masyarakat memang jauh lebih susah dibandingkan dengan pembodohannya.

Terakhir, pilihan untuk memvaksinasi anak Anda atau tidak sama sekali tetap merupakan pilihan Anda. Tapi ingat, konsekuensi tidak memvaksinasi anak Anda tidak hanya akan ditanggung oleh anak Anda atau Anda sekeluarga saja, tapi juga teman bermainnya, temannya di sekolah, temannya di TPA, dan pada akhirnya berdampak kepada siapa saja dan kepada ketahanan suatu bangsa dalam aspek kesehatan. Wallahu a’lam.

_______________

READ ALSO:  Gempa Padang 30 September 2009

Gambar komik saya peroleh dari FB, katanya bersumber dari Komik Maki Naro yang diterjemahkan ke Bahasa Indonesia

Yori Yuliandra
Follow me

Yori Yuliandra

A lecturer and researcher in the Faculty of Pharmacy, Andalas University, majoring pharmacology "the study of drugs" | A blogger (and webmaster at RankMudo.Net) | An enthusiast in higher education
Yori Yuliandra
Follow me

Don't forget to give comment and questions :)