Webmastering & Blogging: Memahami diri sendiri

website-designLebih dari separuh interaksi saya dengan komputer adalah kegiatan berinternet ria. Daaaan…. lebih dari separuh kegiatan berinternet tersebut saya habiskan untuk otak-atik website dan ngeblog. Saat ini, selain personal website di yoriyuliandra.com, saya juga menghandle beberapa website lintas bentuk dan kepemilikan. Beberapa di antaranya adalah website organisasi, kemudian event organizing (khususnya seminar ilmiah dan konferensi), beberapa website jurnal ilmiah, portal, website untuk bisnis, dan beberapa website pribadi rekan kerja dan mahasiswa. Bayangkan… *bukanJumlahduitnya* betapa bakal merepotkannya (dan mengganggunya) mainan-mainan tersebut terhadap tugas utama dan aktivitas saya sebagai seorang dosen *bukanDosenTI*, seorang suami, dan seorang bapak dari anak yang sedang ****-****nya, dan semuanya saya handle betul-betul sendiri.

Nevertheless, saya sangat bersyukur bisa ber-deal dengan urusan-urusan beginian. Banyak sekali hal positif yang membersamainya, terutama bertambahnya pengetahuan saya. Ya, Kegiatan ini mengajarkan saya banyak hal, pastinya. Selain pengetahuan tentang substansi pembuatan website itu sendiri, saya juga menjadi kenal dengan istilah personal branding, internet marketing, SEO, adsense, dan masih banyak lagi. Namun, ada satu hal lagi yang saya sadari beberapa waktu belakangan, yaitu bahwa kegiatan bikin website dan ngeblog ini juga mengajarkan kepada saya tentang siapa dan bagaimana sebenarnya diri saya sendiri.

#Saya tidak bisa bekerja asal-asalan

Entah karena menghindari image sebagai orang yang asal-asalan, atau karena memang saya orang yang cenderung berusaha perfeksionis, saya sering membuat tulisan blog yang membutuhkan waktu berminggu-minggu untuk dapat diterbitkan. Misalnya tulisan yang sedang Anda baca ini sudah mulai saya tulis sejak 20 Maret 2016 lalu. Dan hampir semua tulisan saya di blog ini bernasib sama. FYI, draft tulisan saya di blog ini berjumlah lebih dari 30 tulisan dan semuanya menunggu kelulusan untuk diterbitkan. Setelah saya pikir-pikir, penyebab utama tertundanya penerbitan tulisan blog tersebut adalah karena selama proses publishing berjalan saya merasa tulisan kurang rapi, atau alur berpikirnya tidak bagus, atau topik yang tadinya sangat menarik tiba-tiba menjadi tidak menarik bagi saya, serta berbagai alasan lain yang membuat saya mengira bahwa pembaca akan menilai jelek pada tulisan tersebut dan mengira bahwa saya orang yang jelek juga *eh*. Setelah saya pikir ulang, ternyata proses kehati-hatian dan jauh dari asal-asalan tersebut tidak hanya terjadi dalam proses pembuatan tulisan di blog, namun dalam dalam konteks yang lebih besar di dalam kehidupan saya sehari-hari.

READ ALSO:  Cara praktis membuat sitasi dan daftar pustaka dengan Mendeley

#Saya sangat bisa bekerja sendiri

Salah satu website yang sering saya handle adalah website seminar, dimana saya terlibat sebagai panitia penyelenggaranya. Kalau dihitung-hitung, sekitar 5 tahun terakhir saya selalu berdeal dengan urusan beginian, minimal 2 event per tahun. Rincian pekerjaannya jangan ditanya, betul-betul mulai dari 0: install platform website, cari template yang sesuai, desain header yang bagus mengikuti style pada brosur atau spanduk, membuat konten yang meliputi informasi umum, formulir registrasi online dan konfirmasi pembayaran, tambahkan fitur autoresponse, update data peserta. ALL ALONE. Parahnya, detail pekerjaan yang banyak seperti ini bisa menjadi lebih nyesek jika saya juga ditunjuk sebagai contact person yang kadang harus melayani komplain tidak mengenakkan dari peserta. Nah lho. Meskipun demikian, alhamdulillah bi idznillah, semuanya dapat terlaksana dengan baik. Apakah saya tidak pernah ditawarkan bantuan oleh yang lain? Sering, tapi dengan berbagai pertimbangan dan tentunya tetap menghargai tawaran tersebut terpaksa saya katakan “don’t worry, I am okay with this”. Jawaban seperti ini sebenarnya juga bermakna “don’t worry, I am okay with working more than others”. Ya, thats who I am, and I know it.

#Saya sangat sungkan meminta bantuan

Ada banyak kesempatan dimana idealnya urusan website ini bisa dikerjakan rame-rame dengan meminta bantuan yang lain. Istilahnya, bagi-bagi kerja. Misalnya: teman lain yang buat rancangan awal trus saya finishing; anggota lain yang bikin tulisan awal, ntar saya yang merapikan; atau bentuk pembagian kerja lainnya. Atau bisa juga ketika saya betul-betul stuck dengan website, utamanya karena ketidakpahaman bahasa pemrograman. Ya, saya memang nggak paham dengan PHP atau bahkan dengan HTML sekalipun. Dalam kondisi ini, idealnya saya asking for help dari beberapa teman yang sudah berurusan dengan kode-kode aneh ini. But that’s not what happening. Saya sangat menghindari meminta bantuan, bukan karena saya takut dianggap tidak mampu, tapi semata karena merasa akan memberatkan orang lain saja.

READ ALSO:  Aku online-online… Online-online…

Ada satu hal yang saya khawatirkan tentang hal ini, yaitu bahwa boleh jadi saya tidak meminta bantuan karena menilai hasil kerja orang lain tidak akan sebaik pekerjaan saya. Hmm… khawatirnya begitu sih. Tapi mudah-mudahan kenyataan tidak berkata yang demikian. Anyway, meskipun sungkan sekali minta bantuan ke orang lain, saya sangat senang sekiranya bisa membantu orang lain. Tapi ada kalanya juga saya tidak sungkan sedikitpun untuk minta bantuan, yaitu minta bantuan sama Eyang Google. Untungnya doi juga senang diminta bantuan 🙂

#Saya artistik

Ya, saya memang tidak jauh-jauh dari dunia seni. Penyuka musik klasik dan kagum dengan kemampuan music composer; pengamat dunia fotografi; sering perform dalam tim nasyid saat SMA dan kuliah; dan punya selera seni yang baik *setidaknya menurut saya. But look, saya merancang suatu website atau juga menulis tulisan di blog tetap dengan mempertimbangkan aspek-aspek seni dan keteraturan. Misalnya bagaimana komponen warna harus selalu padu antara background dengan warna teks atau warna template, header yang berkelas, dan berusaha bagaimana supaya tampilan website tersebut yang tidak menabrak nilai-nilai seni yang saya junjung. Di kesempatan lain, saya juga selalu berusaha menampilkan gambar pada setiap tulisan blog. Ukurannya, bentuknya, warna dan layoutnya tidak luput dari perhatian saya. Implementasi nilai seni dalam bentuk lain, seperti keteraturan, kerapihan, sistematis dan jauh dari kesan crowded, enak untuk dibaca dengan enjoy juga tidak luput dari pantauan saya ketika menulis. Bahkan hal inilah yang sering membuat saya harus berlama-lama untuk dapat berhasil menerbitkan tulisan. Ya, those are just the art of me.

READ ALSO:  Menikmati Fasilitas "Internal Search Engine"

____________________________

Oh ya, perlu juga kiranya saya tulis bahwa separuh dari jumlah website ini adalah website yang tidak berbayar. Maksudnya saya tidak dibayar sama sekali, atau tidak dibayar dengan layak, hehee. Itung-itung CSR *Saya sih orangnya gitu

.

Yori Yuliandra
Follow me

Yori Yuliandra

A lecturer and researcher in the Faculty of Pharmacy, Andalas University, majoring pharmacology "the study of drugs" | A blogger (and webmaster at RankMudo.Net) | An enthusiast in higher education
Yori Yuliandra
Follow me

Don't forget to give comment and questions :)