One comment


  • Terima kasih, Mas, atas postingan terkait pengalaman ditolak jurnal. Saya “mendarat” di postingan ini setelah satu manuskrip saya ditolak oleh tiga jurnal, hingga pada akhirnya sampai ke pikiran “seburuk itukah pekerjaan atau tulisan saya”. Ya meskipun tetap dapat tulisan dari editor “penolakan ini tidak mesti merepresentasikan kualitas pekerjaan” kami, tetap saja bikin ambyar hati. Hahaha.

    Terima kasih juga atas saran untuk menghibur diri dan apa yang sebaiknya dilakukan pasca penolakan ini.
    Terima kasih.

    September 13, 2021

Leave a comment


Name*

Email (will not be published)*

Website

Your comment*

Submit Comment

Copyright © Think like a learner...! by Yori Yuliandra
%d bloggers like this: